PORTAL7.CO.ID - Ikatan Alumni SMA Negeri 37 Jakarta (Ikasman 37 Jakarta) baru-baru ini mengadopsi pendekatan edukasi yang inovatif untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Metode yang diterapkan berfokus pada keterlibatan langsung peserta melalui simulasi permainan keuangan, bukan sekadar penyampaian teori konvensional.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bertempat di lingkungan SMAN 37 Jakarta, Tebet, pada hari Sabtu, 2 Mei 2026. Para peserta UMKM ditantang untuk berperan sebagai pengambil keputusan bisnis, yang harus mengelola arus kas secara efektif sekaligus menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul dalam dunia usaha.

Dilansir dari Detikcom, Ketua Umum Ikasman 37 Jakarta, Boy Rafli Amar, menekankan bahwa masalah utama yang dihadapi UMKM saat ini bukan hanya terbatas pada akses permodalan. Menurutnya, kunci utama keberhasilan sebuah usaha terletak pada kedisiplinan dan ketajaman dalam mengelola aspek keuangan.

"Literasi keuangan bukan sekadar soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu membaca risiko, mengambil keputusan, dan menjaga keberlanjutan usahanya," ujar Boy Rafli Amar dalam sebuah keterangan tertulis.

Boy Rafli Amar juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas para pelaku usaha harus disampaikan melalui pendekatan yang praktis dan mudah dipahami. Ia menilai bahwa simulasi interaktif semacam ini sangat efektif untuk menjembatani teori keuangan yang kompleks dengan praktik nyata di lapangan.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kalau pengelolaannya kuat, maka daya tahan ekonomi masyarakat juga akan semakin kokoh," kata Boy Rafli Amar.

Ketua Panitia acara, Eko Purianto yang juga dikenal sebagai Aryawan, menjelaskan bahwa pemilihan metode simulasi board game memiliki tujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tetap mempertahankan aspek realitas bisnis. Peserta dapat merasakan langsung konsekuensi dari setiap keputusan finansial yang mereka ambil selama simulasi berlangsung.

"Kami ingin peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi benar-benar merasakan bagaimana mengambil keputusan keuangan dalam kondisi yang dinamis. Dari situ mereka belajar konsekuensi dari setiap pilihan," tutur Aryawan.

Selama sesi berlangsung, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mensimulasikan peran sebagai pemilik usaha. Mereka dihadapkan pada beragam skenario bisnis, mulai dari manajemen modal awal, penentuan strategi investasi, hingga menghadapi tekanan risiko tak terduga.