PORTAL7.CO.ID - Kepastian pahit harus diterima oleh tim PSBS Biak yang secara resmi harus turun kasta dari kompetisi Super League menuju kasta Championship untuk musim berikutnya. Keputusan ini diambil setelah mereka menelan kekalahan telak saat melakoni pertandingan tandang.
Tragedi ini terjadi setelah PSBS Biak dikalahkan oleh tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor akhir empat gol tanpa balas (0-4). Pertandingan penentuan tersebut berlangsung di markas Persebaya, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada hari Sabtu, 2 Mei 2026.
Akibat hasil minor tersebut, tim berjuluk Badai Pasifik ini kini terperosok di posisi juru kunci klasemen sementara kompetisi. Mereka hanya mampu mengumpulkan total 18 poin sepanjang musim berjalan.
Secara matematis, perolehan poin PSBS Biak sudah tidak memungkinkan mereka untuk menyalip posisi aman. Peringkat ke-15, yang saat ini ditempati oleh Madura United, sudah tidak terjangkau lagi oleh tim asal Papua tersebut. Dilansir dari Detikcom, kepastian degradasi ini menjadi penutup musim yang sangat mengecewakan bagi klub.
Keterpurukan performa PSBS Biak sepanjang putaran akhir musim ini diperparah dengan catatan buruk berupa sembilan kali kekalahan beruntun yang mereka derita. Situasi ini diduga kuat dipicu oleh masalah internal yang serius di tubuh manajemen klub.
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah adanya tunggakan pembayaran gaji para pemain yang belum diselesaikan oleh pihak manajemen dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini diyakini menjadi faktor utama yang memicu merosotnya semangat dan kualitas permainan tim di lapangan hijau.
Menanggapi hasil pertandingan yang sangat memberatkan tersebut, Pelatih Interim PSBS Biak, Kahudi Wahyu, menyoroti adanya perbedaan kualitas fisik yang kentara antara timnya dengan tuan rumah Persebaya.
"Pemain Persebaya nampak mereka berada di atas kami. Sebetulnya kami tidak kalah, tapi Anda (tahu) sendiri, fisik sangat dipengaruhi oleh mental," ujar Kahudi Wahyu, Pelatih Interim PSBS.
Lebih lanjut, Kahudi Wahyu tidak sungkan untuk menyampaikan teguran keras secara terbuka kepada jajaran manajemen klub yang dianggapnya abai terhadap kondisi para pemain di tengah kesulitan yang melanda tim.