PORTAL7.CO.ID - Aktris dan penyanyi senior era 90-an, Neno Warisman, bersama aktor Chandra Wahyu, baru-baru ini memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif Wartawan Mengaji. Kegiatan ini diselenggarakan di halaman kantor PWI Kota Depok, Jalan Melati Raya, Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, bersamaan dengan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan.

Neno Warisman melihat program yang telah memasuki tahun kedua ini sebagai langkah positif signifikan. Program ini dinilai mampu memperkuat dimensi spiritual para jurnalis sekaligus menjaga tradisi intelektual yang berakar pada kekuatan tulisan.

Menurut pandangan Neno Warisman, tulisan adalah fondasi utama dalam pembentukan peradaban suatu bangsa. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya karya tulis, kemajuan peradaban sulit terwujud dan terekam untuk generasi mendatang.

"Semua tergantung pada tulisan. Tulisan adalah buah peradaban. Tidak ada peradaban yang maju tanpa tulisan. Tulisan juga menjadi perekam sejarah sehingga kita bisa melihat kembali kejayaan sebuah bangsa melalui karya yang ditinggalkan," ungkap Neno Warisman mengenai peran esensial literasi.

Neno Warisman, yang juga menjabat sebagai staf khusus Menteri Kebudayaan, menyatakan ketertarikan pribadinya yang besar terhadap dunia kepenulisan. Ia mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, termasuk melalui pembentukan komunitas atau kelas penulisan khusus.

"Saat ini kita sangat membutuhkan penulis, terutama untuk penulisan skenario film. Jika teman-teman memiliki gagasan membentuk kelas menulis, komunitas, atau pelatihan, itu sangat baik dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya.

Ia berharap gerakan literasi ini dapat terus berkembang seiring dengan penguatan kesadaran spiritualitas di kalangan jurnalis. Kombinasi kekuatan ini diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang bernilai.

"Ada dua kekuatan besar di sini, yaitu tulisan dan spiritualitas. Kita berharap tulisan yang lahir nantinya tidak hanya informatif, tetapi juga membangun nurani dan nilai-nilai ketuhanan," tutur Neno Warisman.

Neno juga mengingatkan pentingnya mempertahankan budaya menulis dan refleksi spiritual di tengah derasnya arus perkembangan teknologi modern. Ia menyamakan upaya ini dengan menanam kebaikan tanpa memandang waktu.