PORTAL7.CO.ID - Pertandingan penutup kompetisi Championship musim 2025/2026 akan mempertemukan Bristol City dengan Stoke City. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Ashton Gate pada Sabtu, 2 Mei 2026, tepat pukul 12.30 waktu setempat.

Duel ini memiliki makna penting bagi tuan rumah, Bristol City, karena menjadi pertandingan terakhir bagi Roy Hodgson yang menjabat sebagai manajer interim. Saat ini, klub sedang dalam proses pencarian manajer permanen serta direktur olahraga baru untuk musim mendatang.

Berdasarkan klasemen sementara, Bristol City berada di posisi yang lebih unggul, menempati urutan ke-11 dengan total raihan 62 poin. Sementara itu, tim tamu, Stoke City, berada di peringkat ke-17 dalam tabel klasemen liga.

Stoke City yang diasuh oleh Mark Robins mengumpulkan 55 poin menjelang laga pamungkas ini. Performa mereka sepanjang musim dinilai belum stabil, meskipun manajemen klub tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Robins untuk memimpin tim di bursa transfer musim panas dan kompetisi selanjutnya.

Dilansir dari BBC, beberapa klub di divisi ini dilaporkan menerima sanksi pengurangan poin akibat pelanggaran administrasi. Contohnya, Sheffield Wednesday harus kehilangan 12 poin karena masalah administrasi dan tambahan 6 poin akibat kewajiban pembayaran yang dilanggar.

Selain itu, Leicester City juga tercatat menerima pemotongan 6 poin karena terbukti melanggar regulasi yang ditetapkan oleh EFL. Hal ini menambah dinamika persaingan di Championship menjelang akhir musim.

Kedua tim diprediksi akan mengadopsi formasi serupa, yaitu 4-2-3-1, saat bertarung di Ashton Gate. Bristol City akan mengandalkan kapten J. Knight di sektor lini tengah, sementara Stoke City menunjuk penjaga gawang V. Johansson sebagai kapten tim.

Mengenai situasi yang dihadapi, Manajer Stoke City, Mark Robins, menyatakan kesadaran penuh akan tantangan yang ada. "Mark Robins mengaku menyadari tekanan besar dalam menangani klub Championship, namun ia merasa mendapatkan..." ujar Mark Robins.

Pertandingan ini sekaligus menutup kampanye bagi kedua tim yang dipastikan gagal meraih tiket promosi maupun tempat di babak play-off. Kegagalan ini terjadi setelah keduanya mengalami penurunan performa yang cukup signifikan sejak periode Natal tahun lalu.