PORTAL7.CO.ID - Seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Ahwaruddin (39) di Surabaya menunjukkan aksi kepedulian sosial yang menyentuh hati banyak orang. Ia secara aktif memanfaatkan fitur siaran langsung (live streaming) di platform TikTok untuk membantu memasarkan produk dagangan milik para pedagang lansia.
Inisiatif mulia ini telah digalakkan oleh Ahwaruddin sejak tahun 2023 lalu, dengan tujuan utama meringankan beban ekonomi para pedagang kecil. Aksi sosial ini menjadi sangat relevan mengingat kondisi ekonomi yang terkadang masih sulit dihadapi oleh mereka.
Kisah inspiratif ini pertama kali diangkat oleh Detikcom pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, menyoroti dedikasi pria asal Gresik tersebut dalam membantu sesama. Ahwaruddin secara sukarela mendedikasikan waktunya di sela-sela jadwal mencari penumpang demi mempromosikan barang dagangan para lansia.
Pria yang juga dikenal melalui akun TikTok @MAzz.ojol.sby ini berperan sebagai jembatan digital antara para pedagang lokal yang berjualan di pinggir jalan kawasan Surabaya dan calon pembeli. Upaya digitalisasinya ini ternyata berhasil menjangkau audiens yang sangat luas.
Bahkan, jangkauan promosi melalui siaran langsung TikTok tersebut terbukti efektif hingga mampu menarik minat pembeli dari luar negeri atau mancanegara. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya dampak dari semangat gotong royong yang diusung oleh Ahwaruddin.
Mengenai motivasinya memulai aksi ini, Ahwaruddin mengungkapkan bahwa rasa iba menjadi pendorong utamanya saat melihat para orang tua berjualan dengan sepi di pinggir jalan. Ia merasa tidak sanggup memborong semua dagangan mereka karena keterbatasan kemampuan finansial pribadi.
"Awalnya karena kasihan lihat orang tua jualan di pinggir jalan, tapi sepi. Mau saya borong semua, saya juga nggak mampu. Akhirnya saya coba live, biar penonton yang beli dan rupanya viewers saya pada loyal," ujar Ahwaruddin.
Motivasi mendalam lainnya yang mendorong aksi ini adalah empati terhadap keterbatasan fisik yang dialami oleh para pedagang lansia. Ahwaruddin menyadari bahwa mobilitas para lansia tersebut sangat terbatas untuk mencari lokasi yang lebih ramai pembeli.
"Kalau gitu kan yang lewat di jalanan ya orang itu-itu saja, tapi kalau mau pindah-pindah kan juga susah, faktor umur. Makannya saya pikir gimana caranya biar bisa menjangkau pelanggan lebih luas," ujar Ahwaruddin.