PORTAL7.CO.ID - Peradaban sebuah bangsa sering kali diukur secara kasat mata melalui kemegahan arsitektur, kecanggihan teknologi, dan kekuatan ekonomi. Namun, dalam kacamata Islam yang komprehensif, fondasi peradaban yang sesungguhnya tidak terletak pada benda mati, melainkan pada kualitas manusia yang mendiaminya. Di sinilah peran Muslimah menjadi sangat krusial; ia bukan sekadar pelengkap dalam struktur sosial, melainkan poros utama dalam persemaian nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Membangun peradaban tanpa melibatkan peran strategis perempuan adalah ibarat mendirikan bangunan megah di atas pasir yang rapuh, yang akan mudah runtuh saat diterjang badai dekadensi moral dan krisis identitas.

Keberadaan Muslimah sebagai pilar peradaban ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, di mana amal saleh dan kontribusi sosial tidak dibatasi oleh gender, melainkan didasarkan pada keimanan yang membuahkan karya nyata. Kesetaraan dalam pengabdian ini menjadi bukti bahwa Islam memandang perempuan sebagai subjek aktif dalam sejarah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Terjemahan: "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)

Islam memberikan ruang yang sangat luas bagi perempuan untuk berkontribusi dalam amal saleh yang berdampak bagi kemaslahatan publik. Sejarah mencatat betapa banyak Muslimah yang menjadi rujukan dalam ilmu hadits, kedokteran, hingga filantropi. Pendidikan yang tinggi bagi perempuan bukanlah ancaman bagi institusi keluarga, melainkan penguat fondasi rumah tangga. Dengan ilmu, seorang Muslimah mampu melakukan reorientasi peran, dari sekadar pelaksana tugas domestik menjadi manajer peradaban yang mampu mendesain masa depan umat melalui tangan-tangan yang mendidik dan pemikiran yang mencerahkan.

Pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan bagi Muslimah ini sejalan dengan janji Allah SWT untuk mengangkat derajat mereka yang berilmu. Tanpa landasan ilmu, semangat perjuangan seorang Muslimah akan kehilangan arah. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kamu,' maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Kekuatan sinergi ini digambarkan secara indah dalam Al-Qur'an sebagai bentuk saling menolong dalam kebaikan. Hubungan ini bukan didasarkan pada persaingan kekuasaan, melainkan pada kesadaran untuk saling menyempurnakan demi tegaknya izzah Islam. Allah SWT menegaskan hal ini dalam ayat-Nya yang mulia:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. At-Tawbah: 71)

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing para Muslimah untuk terus istiqomah dalam menuntut ilmu, menjaga kehormatan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi agama dan bangsa. Kita memohon agar setiap langkah mereka diberkahi dan dijadikan sebagai pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak. Amin Ya Rabbal 'Alamin.