Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi menetapkan awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini menjadi acuan penting bagi umat Islam di Indonesia dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah. Warga DKI Jakarta kini sudah dapat memantau jadwal ibadah harian guna kelancaran aktivitas selama berpuasa. Seluruh persiapan teknis diharapkan dapat dilakukan lebih awal agar kekhusyukan ibadah tetap terjaga dengan baik.

Penetapan tanggal satu Ramadhan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman organisasi. Melalui metode ini, posisi bulan dapat dihitung secara akurat jauh sebelum hari pelaksanaan tiba untuk memberikan kepastian hukum. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu pemantauan hilal secara visual pada saat-saat terakhir menjelang bulan puasa. Hal ini memberikan kemudahan bagi umat dalam merencanakan agenda keagamaan maupun sosial sepanjang bulan suci.

Berdasarkan rincian jadwal yang dirilis, durasi puasa bagi warga ibu kota diperkirakan akan berlangsung selama lebih dari 13 jam. Perbedaan letak geografis antar wilayah di Jakarta menyebabkan adanya sedikit selisih waktu dalam pelaksanaan ibadah. Meskipun berada dalam satu provinsi, koordinat yang berbeda memicu variasi waktu imsakiyah hingga beberapa menit. Fenomena ini merupakan hal yang lumrah terjadi karena pergerakan matahari yang dipantau dari titik berbeda.

Para ahli astronomi dari organisasi tersebut menjelaskan bahwa selisih waktu satu hingga dua menit terjadi di lima kota administrasi. Jakarta Timur tercatat memiliki waktu imsak paling awal yakni pada pukul 04.38 WIB dibandingkan wilayah lainnya. Sementara itu, wilayah Jakarta Pusat, Barat, Selatan, dan Utara memulai waktu imsak serentak pada pukul 04.39 WIB. Ketepatan waktu ini sangat krusial bagi jamaah untuk mengakhiri santap sahur sebelum fajar menyingsing.

Waktu berbuka puasa atau Maghrib juga menunjukkan adanya pergeseran tipis di berbagai sudut kota metropolitan ini. Masyarakat di Jakarta Utara akan berbuka lebih awal pada pukul 18.16 WIB sesuai dengan koordinat wilayahnya. Sedangkan empat wilayah lainnya di Jakarta dijadwalkan melaksanakan buka puasa secara bersamaan pada pukul 18.17 WIB. Perbedaan tipis ini diharapkan tidak mengurangi kebersamaan umat dalam merayakan momen berbuka puasa secara serentak.

Waktu Isya di seluruh wilayah Jakarta terpantau berada pada kisaran pukul 19.27 hingga 19.28 WIB untuk mengawali salat tarawih. Jadwal ini diprediksi akan terus mengalami pergeseran secara bertahap setiap harinya mengikuti pergerakan posisi matahari di ufuk. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi jadwal imsakiyah seiring berjalannya hari di bulan Ramadhan. Fleksibilitas dalam memantau jadwal sangat diperlukan agar waktu ibadah tetap sesuai dengan ketentuan syariat.

Secara keseluruhan, jadwal imsakiyah ini menjadi panduan praktis bagi jutaan warga Jakarta dalam menjalankan kewajiban rukun Islam ketiga. Dengan adanya kepastian waktu dari Muhammadiyah, umat dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas ibadah spiritual. Persiapan yang matang sejak jauh hari diharapkan mampu membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat di tengah kesibukan kota. Mari sambut bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan penuh suka cita dan semangat kebersamaan yang tinggi.