PORTAL7.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyatakan apresiasinya terhadap komitmen yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan para pekerja di Indonesia. Apresiasi ini disampaikan pada hari Minggu, 3 Mei 2026.

Fokus utama dari kebijakan yang diapresiasi tersebut adalah upaya pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar melalui penyediaan rumah layak huni serta perbaikan lingkungan kerja bagi para buruh. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar ini dinilai sangatlah penting untuk mendorong peningkatan produktivitas secara menyeluruh di tingkat nasional.

Menurut Eddy Soeparno, langkah pemerintah ini merupakan manifestasi nyata dari keberpihakan terhadap hak-hak fundamental para tenaga kerja. Hal ini ditegaskan melalui upaya pemerintah dalam memenuhi infrastruktur pendukung, terutama perumahan, demi menciptakan standar hidup yang lebih baik bagi pekerja Indonesia.

Eddy Soeparno menyampaikan bahwa komitmen Presiden sejak awal pemerintahannya adalah memastikan tidak ada yang tertinggal, dan hal ini kembali terlihat jelas. "Komitmen Presiden dari awal pemerintahnya bahwa no one is left behind kembali ditunjukkan ketika memberikan komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja melalui ketersediaan perumahan dan kondisi kerja yang sama-sama menguntungkan pelaku usaha dan pekerjanya," ujar Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Selain fokus pada kesejahteraan material, Eddy Soeparno juga menekankan perlunya dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan teknologi yang masif. Transformasi kemampuan teknis para pekerja menjadi prasyarat mutlak agar tenaga kerja lokal tetap kompetitif di pasar global yang terus berubah.

Ia menambahkan bahwa afirmasi pemerintah terhadap pekerja Indonesia harus dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan secara menyeluruh, terutama dalam menghadapi era digitalisasi, otomatisasi, dan Kecerdasan Buatan (AI). "Kita juga harus memanfaatkan momentum afirmasi pemerintah terhadap pekerja Indonesia dengan meningkatkan keterampilan segenap pekerja, khususnya menghadapi era digitalisasi, otomatisasi dan Artificial Intelligence yang akan menentukan daya saing pekerja kita di masa mendatang," lanjut Eddy Soeparno.

Peningkatan kapasitas melalui program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) dinilai sebagai strategi kunci dalam memenangkan persaingan investasi dengan negara-negara tetangga. Sektor manufaktur dan industri modern sangat membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan sistem otomatisasi terkini.

Eddy Soeparno menjelaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kemampuan pekerja Indonesia dalam memahami dan menguasai teknologi menjadi daya tarik utama bagi investasi berkualitas yang ingin masuk ke Indonesia. "Di era digital dan AI saat ini, kemampuan pekerja Indonesia untuk memahami dan fasih memanfaatkan teknologi merupakan daya tarik kunci bagi investasi yang berkualitas untuk masuk ke Indonesia," jelas Eddy Soeparno.

Politisi dari Fraksi PAN ini secara spesifik menyoroti kebutuhan keahlian tinggi untuk sektor-sektor yang sedang berkembang pesat, seperti industri hijau dan pusat data (data center). Ketersediaan tenaga ahli yang menguasai teknologi tingkat tinggi akan menentukan keberhasilan dalam menyerap investasi tersebut.