PORTAL7.CO.ID - Perjalanan PSBS Biak di kompetisi Super League musim 2025/2026 harus berakhir pahit setelah mereka dipastikan terdegradasi. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Badai Pasifik tersebut menelan kekalahan telak 0-4 dari tuan rumah Persebaya Surabaya.
Insiden penentuan nasib PSBS Biak ini terjadi pada pekan ke-31 kompetisi yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi juru kunci klasemen sementara liga.
Dengan hanya mengumpulkan 18 poin dan menyisakan tiga pertandingan lagi, poin maksimal yang bisa diraih PSBS Biak tidak akan cukup untuk menyelamatkan mereka. Fakta ini mengunci posisi mereka di bawah zona aman, bahkan jika poinnya setara dengan Persis Solo di peringkat ke-16 karena pertimbangan head-to-head.
Asisten Pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu, mengambil sikap lapang dada pasca pertandingan yang menentukan nasib timnya tersebut. Meskipun hasil akhir mengecewakan, ia tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya pertandingan yang dinilainya berjalan menarik.
Dilansir dari Detik Sport, Kahudi Wahyu menyampaikan selamat kepada tim lawan atas performa yang mereka tunjukkan di kandang. "Saya ucapkan selamat untuk Persebaya dan menurut saya pertandingan ini berlangsung menarik," ujar Kahudi Wahyu, Asisten Pelatih PSBS Biak.
Lebih lanjut, Kahudi menegaskan bahwa ia tidak melihat adanya penurunan performa signifikan dari anak-anak asuhnya di lapangan. Ia merasa para pemain telah mengerahkan seluruh kemampuan dan perjuangan maksimal sepanjang 90 menit berlangsung.
Kahudi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh penggawa tim yang telah berjuang keras, bahkan ia menunjukkan ekspresi yang tenang meski timnya dipastikan turun kasta. "Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pemain saya. Kalian bisa melihat wajah saya tidak ada sedihnya meskipun kalah? Karena saya melihat anak-anak saya ini bermain luar biasa," ujar Kahudi Wahyu, Asisten Pelatih PSBS Biak.
Di balik hasil pertandingan, kendala internal klub diakui menjadi faktor utama yang menghambat laju performa tim sepanjang musim ini. Isu penunggakan hak finansial pemain oleh pihak manajemen disebut menjadi penghambat utama konsistensi tim di kompetisi profesional.
Kahudi Wahyu secara terbuka menyuarakan harapannya kepada manajemen klub agar segera menyelesaikan masalah yang dihadapi para pemain. "Saya sekalian ngomong ke manajemen saya ini. Anak-anak sudah seperti itu masih aja kalian tutup mata," tutur Kahudi Wahyu, Asisten Pelatih PSBS Biak.