PORTAL7.CO.ID - Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan potret kuatnya sinergi antarlembaga dan nilai toleransi yang dijunjung tinggi. Aparat keamanan, TNI, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat bekerja sama erat demi kelancaran pelaksanaan ibadah salat Ied.
Fokus pengamanan menjadi prioritas utama di berbagai titik pelaksanaan salat Ied, termasuk di Lampung Tengah. Puluhan personel dari Polres Lampung Tengah bersama Polsek jajaran dikerahkan untuk mengawal jalannya ibadah yang diselenggarakan oleh jemaah Muhammadiyah.
Kehadiran aparat keamanan ini merupakan bagian dari upaya institusi kepolisian dalam memberikan jaminan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang merayakan hari kemenangan. Hal ini ditegaskan oleh pihak kepolisian setempat.
Pengamanan yang dilakukan mencakup metode terbuka maupun tertutup, dengan penempatan petugas di setiap lokasi pelaksanaan salat. Selain itu, patroli bergerak juga dikerahkan secara intensif untuk menjaga situasi tetap aman.
"Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Kasi Humas Polres Lampung Tengah, AKP Yakub Samsudin.
AKP Yakub Samsudin juga menekankan bahwa keberhasilan menciptakan suasana yang damai sangat bergantung pada kerja sama solid antarunsur terkait di lapangan. "Sinergitas antara Polri dan unsur terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan damai," tambah beliau.
Sementara itu, di Batang, ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Ied di Lapangan Dracik Kampus Proyonanggan Selatan, dengan total tujuh titik pelaksanaan di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batang.
Dalam khotbahnya, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Batang, Ahmad Baedhowi Ali, menyampaikan pesan penting mengenai pelestarian lingkungan hidup. "Wakil Ketua PD Muhammadiyah Batang, Ahmad Baedhowi Ali, menyampaikan khotbah dengan tema menjaga alam tetap lestari," demikian disampaikan dalam acara tersebut.
Ahmad Baedhowi Ali juga secara khusus menyoroti pentingnya sikap saling menghargai di tengah perbedaan waktu penetapan Hari Raya Idul Fitri. "Ia juga menekankan pentingnya saling menghormati dan membantu antarumat beragama, menyikapi perbedaan penetapan salat Idulfitri," jelasnya.