PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengumumkan langkah strategis yang menempatkan pengembangan mobil dan motor nasional ke dalam delapan klaster program prioritas utama. Langkah ini merupakan bagian dari 60 program prioritas yang dirancang untuk memperkuat kemandirian bangsa, khususnya dalam sektor industri dan hilirisasi.

Agenda besar ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari ketahanan pangan hingga pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat. Sektor otomotif mendapat sorotan khusus karena dimasukkan ke dalam klaster hilirisasi dan industrialisasi yang menjadi fokus utama pemerintah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, memaparkan bahwa perincian program kerja ini telah disusun untuk dilaksanakan hingga tahun 2029. Ia menegaskan bahwa fokusnya adalah penguatan kemandirian nasional melalui program-program yang telah teridentifikasi.

"Kami telah merincikan delapan klaster PKPN (Program Kerja Prioritas Nasional) yang akan dilaksanakan sampai nanti tahun 2029. PKPN ini dilaksanakan melalui delapan klaster utama dengan total 60 program untuk memperkuat kemandirian bangsa," jelas Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut konkret dari visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan Indonesia mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan secara mandiri di masa mendatang. Selain kendaraan penumpang, fokus juga diarahkan pada produksi kendaraan komersial.

Target produksi tidak hanya terbatas pada mobil penumpang, tetapi juga mencakup kendaraan komersial seperti bus dan truk yang berbasis teknologi listrik. Hal ini sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi di sektor transportasi.

"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan proyek mobil nasional ini, PT Pindad dikabarkan akan mengambil peran sebagai aktor utama dalam menggarap pengembangan kendaraan tersebut. Lokasi fasilitas produksi kendaraan ini telah direncanakan secara spesifik oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kawasan industri yang akan menampung fasilitas produksi kendaraan nasional tersebut berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Peningkatan kapasitas produksi diharapkan dilakukan secara bertahap.