PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, baru saja menerima pengakuan bergengsi sebagai kabupaten terbaik di Pulau Sumatera dalam upaya penanganan kemiskinan dan stunting. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 yang digelar di Palembang pada hari Minggu, 26 April 2026.
Prestasi regional ini merupakan buah kerja keras pemerintah daerah dalam periode kepemimpinan saat ini, yang berhasil menempatkan Mesuji sebagai juara pertama di tingkat Sumatera. Penghargaan tersebut secara spesifik diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja daerah.
Keberhasilan Mesuji ini didukung oleh data perkembangan demografi yang menunjukkan tren perbaikan signifikan. Data tersebut mengindikasikan bahwa upaya intervensi yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu indikator utama keberhasilan adalah penurunan angka kemiskinan yang konsisten, dari sebelumnya tercatat sebesar 6,31 persen pada November 2024, kini berhasil ditekan menjadi 5,92 persen pada April 2026.
Selain kemiskinan, penanganan masalah stunting juga menunjukkan kemajuan luar biasa, di mana prevalensi stunting tercatat turun drastis. Angka stunting berhasil ditekan dari 22,5 persen pada tahun sebelumnya menjadi hanya 5 persen pada tahun 2023.
Bupati Mesuji, Elfianah Khamami, menyambut baik penghargaan ini dan menjadikannya sebagai momentum penting untuk meningkatkan motivasi kerja jajaran pemerintahannya. Dikutip dari Detikcom, beliau menyatakan bahwa mempertahankan capaian lebih sulit daripada meraihnya.
"Alhamdulillah hasil ini jadi semakin semangat lagi, tentu program kerja ke depan kami akan lebih giat lagi karena mempertahankan lebih susah daripada mencapainya, jadi kami upayakan yang terbaik," ujar Bupati Mesuji Elfianah Khamami.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mesuji berencana untuk memfokuskan perhatian lebih lanjut pada instruksi pemerintah pusat terkait stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Fokus ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.
Bupati Elfianah juga menambahkan bahwa stabilitas harga menjadi prioritas baru selain penanganan kemiskinan dan stunting, sejalan dengan arahan dari Presiden Republik Indonesia. "Rencana ke depan selain atasi kemiskinan dan stunting, tentunya menjaga inflasi karena Presiden RI ingin ada perhatian terhadap inflasi di daerah, jangan sampai terjadi terlalu rendah dan tinggi jadi harus stabil," sambung Elfianah.