PORTAL7.CO.ID - Mengenal Allah Swt atau *Ma’rifatullah* merupakan titik awal sekaligus puncak dari perjalanan spiritual seorang hamba. Tanpa fondasi akidah yang kokoh, seluruh amal ibadah bagaikan bangunan tanpa fondasi yang rentan runtuh diterpa badai syubhat dan keraguan. Dalam tradisi keilmuan Islam, para ulama telah merumuskan metode sistematis untuk memahami hakikat ketuhanan, agar akal manusia yang terbatas mampu menangkap pancaran keagungan Zat Yang Maha Mutlak tanpa terjatuh ke dalam jurang imajinasi yang keliru.
Keagungan Allah Swt tidak mungkin dibatasi oleh kata-kata, namun melalui wahyu-Nya, kita diberikan petunjuk untuk mengenali sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an sebagai pedoman utama bagi setiap mukmin untuk mentauhidkan-Nya dengan benar. Sebagaimana firman Allah Swt dalam ayat yang agung:
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Terjemahan: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar." (QS. Al-Baqarah: 255)
Pemahaman yang benar terhadap sifat-sifat Allah akan melahirkan sikap *tanzih*, yaitu mensucikan Allah dari segala kekurangan dan keserupaan dengan apa pun yang baru (*hadits*). Setiap mukallaf wajib meyakini bahwa Allah berbeda secara mutlak dari segala ciptaan-Nya. Ketegasan prinsip ini tertuang dalam surat yang menjadi inti dari kemurnian tauhid:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Terjemahan: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'" (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
Kedalaman iman seseorang ditentukan oleh sejauh mana ia mengenal Tuhannya. Dalam sebuah hadits yang sangat masyhur, Rasulullah Swt menjelaskan tentang esensi dari keyakinan yang mendalam tersebut ketika beliau ditanya oleh Malaikat Jibril mengenai makna Ihsan:
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Terjemahan: "Dia (Jibril) bertanya: 'Beritahukan kepadaku tentang Ihsan.' Beliau (Rasulullah) menjawab: 'Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.'" (HR. Muslim)
Sebagai penutup dari perenungan tentang sifat-sifat Allah, marilah kita senantiasa menghidupkan asma dan sifat-Nya dalam zikir dan doa kita. Allah Swt telah memperkenalkan diri-Nya melalui nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sempurna, sebagaimana tertuang dalam akhir Surah Al-Hasyr yang sangat sarat akan makna ketuhanan:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Terjemahan: "Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang bagus. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Hashr: 23-24)