PORTAL7.CO.ID - Ajang balap motor Grand Prix menyajikan spektrum teknologi dan regulasi yang bervariasi di setiap kelas yang dipertandingkan setiap akhir pekan balap. Federasi Internasional Balap Motor (FIM) bersama Dorna Sports secara ketat mengatur spesifikasi teknis mesin hingga durasi perlombaan untuk menjaga kompetisi tetap berjenjang dan menarik.
Empat kategori utama membentuk rangkaian Grand Prix, dimulai dari MotoGP sebagai kasta tertinggi, yang diikuti oleh Moto2, Moto3, serta kelas inovatif yang menggunakan motor listrik, yaitu MotoE. Setiap kelas memiliki peran spesifik dalam ekosistem balap motor dunia.
MotoGP mewakili puncak rekayasa motor prototipe dengan penggunaan mesin empat silinder berkapasitas 1000cc. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan tenaga mendekati 250 hp, bahkan mampu mencapai kecepatan tertinggi yang pernah tercatat hingga 366,1 km per jam.
Sementara itu, Moto2 berperan sebagai kelas tengah yang menekankan pengembangan sasis karena semua tim diwajibkan menggunakan dapur pacu seragam dari Triumph berkonfigurasi tiga silinder 765cc. Fokus utama di kelas ini adalah kemampuan pebalap dalam mengendalikan motor.
Jenjang pembinaan bagi pembalap muda diwakili oleh Moto3, yang menggunakan mesin satu silinder dengan kapasitas 250cc. Meskipun tenaganya relatif kecil, hanya sekitar 60 hp, bobot motor yang ringan membuat persaingan di kelas ini sangat ketat, seringkali ditentukan oleh manuver slipstream di lap-lap akhir.
Kelas MotoE menjadi etalase teknologi ramah lingkungan, menampilkan motor listrik Ducati V21L yang didukung baterai lithium-ion 18 kWh. Motor ini mampu menyalurkan tenaga sekitar 150 hp dan torsi instan yang mencapai 140 Nm.
Semua kelas dalam Grand Prix mengadopsi sistem pembagian poin yang sama untuk balapan utama hari Minggu, di mana pemenang meraih 25 poin, diikuti 20 poin untuk posisi kedua, dan 16 poin untuk urutan ketiga. Poin terus dibagikan hingga posisi ke-15 yang hanya mendapat 1 poin.
Dilansir dari Detikcom, jarak tempuh balapan berbeda antar kelas, dengan MotoGP melibas jarak lebih dari 110 km, sementara Moto2 berkisar 95-100 km, dan Moto3 antara 83-88 km.
Sejak musim 2023, MotoGP telah memperkenalkan format Sprint Race pada hari Sabtu yang bertujuan meningkatkan intensitas kompetisi dan hiburan penonton. Balapan singkat ini hanya menempuh 50 persen jarak balapan utama dan memberikan poin maksimal 12 bagi pemenang, hanya sampai posisi kesembilan.