PORTAL7.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menerima dorongan kuat untuk merangkul generasi muda agar lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai gerakan zakat serta inisiatif aksi sosial di seluruh Indonesia. Dorongan strategis ini disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Humas, Tsamara Amany.
Pernyataan ini disampaikan Tsamara saat menghadiri sebuah talkshow penting di Jakarta pada hari Senin, 16 Maret 2026, yang bertajuk isu pengelolaan zakat dan filantropi Islam. Acara tersebut membahas bagaimana potensi besar zakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umat melalui dukungan media massa.
Tsamara Amany menyoroti komposisi demografi Indonesia yang didominasi oleh penduduk usia produktif, yang mana banyak di antaranya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang menciptakan dampak sosial positif. Potensi semangat ini dinilai perlu diarahkan melalui fasilitasi jalur dan ruang kontribusi yang jelas.
Menurutnya, data menunjukkan adanya tren minat yang signifikan di kalangan anak muda terhadap isu-isu kemanusiaan dan sosial. "Banyak anak muda Indonesia yang sebenarnya ingin berkontribusi untuk dampak sosial. Jika ada ruang dan jalurnya, saya percaya mereka akan terlibat aktif," ujar Tsamara Amany.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat tingginya paparan anak muda terhadap aktivitas finansial berisiko, seperti yang terlihat dari lonjakan pinjaman online. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per tahun 2025 mencatat nilai pinjaman online mencapai sekitar Rp96 triliun, didominasi oleh kelompok usia 19 hingga 34 tahun.
Oleh karena itu, Tsamara menekankan perlunya Baznas menyediakan alternatif kegiatan yang lebih produktif dan bermakna bagi kaum muda, terutama melalui ranah gerakan sosial dan filantropi Islam. Hal ini sekaligus menjadi solusi untuk menyalurkan energi positif mereka.
Tsamara juga mengapresiasi rekam jejak Baznas yang terbukti kuat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Sebagai contoh, data Baznas tahun 2023 menunjukkan keberhasilan lembaga tersebut membantu sekitar 54.000 individu keluar dari garis kemiskinan.
"Ini capaian yang luar biasa, karena Baznas bekerja tidak hanya sebagai lembaga pengumpul dana, tetapi juga menjalankan fungsi sosial yang nyata untuk membantu masyarakat," ungkap Tsamara Amany.
Lebih lanjut, Tsamara mengidentifikasi bahwa dampak dan program nyata Baznas sering kali belum terpublikasi secara luas kepada masyarakat luas. Ia menyarankan penggunaan pendekatan komunikasi berbasis cerita atau storytelling untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik.