PORTAL7.CO.ID - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia yang menggunakan transportasi pribadi untuk kembali ke kampung halaman. Bagi para pemudik yang mengandalkan kendaraan sendiri, ada beberapa aspek krusial yang wajib diperhatikan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Pelatih pengemudi bersertifikat BMW, Gerry Nasution, telah membagikan serangkaian panduan penting bagi para pengendara yang bersiap melakukan perjalanan jarak jauh tersebut. Hal ini disampaikan dalam rangka mengantisipasi risiko yang mungkin timbul selama arus mudik.
Faktor kesiapan kendaraan merupakan landasan utama keselamatan di jalan raya. Gerry Nasution secara tegas menekankan pentingnya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh komponen mobil sebelum melangkah pergi.
Pengecekan rutin ini harus mencakup bagian vital seperti oli mesin, kondisi tekanan dan keausan ban, hingga sistem kelistrikan dan mesin secara keseluruhan. Kondisi prima kendaraan adalah prasyarat mutlak perjalanan jauh.
Selain memastikan kondisi fisik mobil, kesiapan fisik dan mental pengemudi juga tidak kalah penting. Regulasi telah mengatur batas waktu berkendara untuk menjaga kewaspadaan pengemudi.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 secara eksplisit mewajibkan pengemudi untuk mengambil jeda istirahat selama minimal 30 menit setelah berkendara selama empat jam berturut-turut. Kepatuhan terhadap aturan ini bertujuan meminimalisir risiko kelelahan.
Mengemudi dalam durasi yang terlalu lama tanpa jeda dapat berdampak serius pada kinerja kognitif. Hal ini termasuk penurunan drastis konsentrasi, memicu kejadian microsleep, hingga respons yang melambat akibat kelelahan fisik dan ketegangan otot.
"Mengemudi terlalu lama tanpa istirahat dapat menurunkan konsentrasi, memicu microsleep, memperlambat reaksi, serta menyebabkan kelelahan fisik dan ketegangan otot," jelas Gerry Nasution.
Sebaliknya, beristirahat secara berkala memberikan manfaat signifikan bagi pemulihan stamina dan fokus. Istirahat rutin membantu memulihkan fokus visual, mengurangi rasa kantuk yang mengintai, sekaligus memberikan kesempatan untuk meregangkan otot tubuh.