PORTAL7.CO.ID - Marcelo, mantan bek kiri andalan Real Madrid, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Secara mengejutkan, ia menobatkan Messi sebagai lawan paling menantang yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya.
Pernyataan ini cukup menarik mengingat Marcelo memiliki pengalaman luar biasa bersama Cristiano Ronaldo selama sembilan musim di Santiago Bernabeu. Ia tercatat tampil dalam 333 pertandingan bersama Ronaldo, antara tahun 2009 hingga 2018.
Pengalaman bermain bersama Ronaldo dalam sesi latihan maupun laga resmi memberikan Marcelo perspektif unik dalam membandingkan kualitas kedua megabintang tersebut. Meskipun memiliki hubungan yang erat di luar lapangan, perjumpaan awal mereka di lapangan ternyata cukup tegang.
Marcelo mengenang insiden perselisihan dengan Ronaldo saat laga internasional antara Brasil dan Portugal pada tahun 2008. "Saya menendangnya. Dia sangat cepat. Dia lewat, menyikut saya, dan saya menendangnya, lalu dia mencengkeram leher saya," kenang Marcelo.
Ia melanjutkan ceritanya mengenai insiden tersebut, menekankan perbedaan fisik yang terjadi saat perselisihan itu berlangsung. "Saya juga mencoba, tetapi dia sangat tinggi,” tambah Marcelo, dilansir dari Bola.
Rupanya, insiden tersebut tidak menghalangi kolaborasi mereka di Real Madrid, setelah Ronaldo pindah dari Manchester United pada musim panas 2009 dengan rekor transfer fantastis senilai 80 juta pound. Marcelo tetap bertahan dan membangun kemitraan sukses bersama CR7.
Kini, Marcelo juga telah menghadapi Lionel Messi lebih dari 30 kali, baik dalam ajang El Clasico maupun melalui pertemuan tim nasional Brasil dan Argentina. Pengalaman ini memicu perbandingan langsung antara kedua rival abadi tersebut.
Dalam sebuah wawancara, legenda Brasil, Romario, secara langsung menanyakan perbandingan tersebut kepada Marcelo. Ketika Romario bertanya, "Anda menghadapi Cristiano dan Messi, tapi siapa yang paling tangguh?", Marcelo memberikan jawaban yang tegas.
"Messi," jawab Marcelo tanpa keraguan, mengindikasikan bahwa La Pulga memberinya tantangan terbesar di lapangan hijau.