KLATEN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi Kelompok 84 KKN-PPM Tahun 2025 Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dengan Ibu Dina Pertiwi Ajie S.Pd., M. Pd.
Koordinator Program Sosialisasi ini adalah Natalia Stevani Kristoper, selaku mahasiswa dari Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis (31/7/2025) bertempat di SMP Negeri 3 Polanharjo, Desa Ngaran, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Kewirausahaan merupakan keterampilan penting yang dapat ditanamkan sejak usia remaja untuk mendorong sikap kreatif, inovatif, dan berani mencoba hal baru. Dalam rangka membekali siswa-siswi dengan semangat tersebut, Natalia menyelenggarakan sosialisasi bertema “Ide Bisnis Kreatif” kepada siswa-siswi kelas 8 SMPN 3 Polanharjo.
Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi oleh Natalia yang membahas pengertian ide bisnis secara sederhana, yaitu sebuah konsep yang dapat menghasilkan keuntungan dari produk atau jasa.
Dalam pemaparannya, Natalia menjelaskan ciri-ciri ide bisnis yang baik, yaitu harus inovatif, realistis, menguntungkan, serta memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Ia juga memperkenalkan beberapa jenis ide bisnis, seperti usaha berbasis jasa (misalnya jasa bersih rumah atau penitipan hewan), usaha berbasis produk (seperti kerajinan tangan atau makanan ringan), bisnis berbasis digital (seperti jualan e-book atau template desain), hingga kewirausahaan sosial yang memberi dampak positif bagi lingkungan atau komunitas.
Penjelasan materi juga disertai contoh-contoh ide usaha sederhana yang relevan dengan kehidupan pelajar, seperti membuat tempat pensil dari kardus bekas, stiker nama custom, hingga jasa titip makanan. Materi ini diberikan dengan cara yang ringan dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh para siswa.
Koordinator program, Natalia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani menuangkan ide-ide mereka.
“Kami ingin memotivasi siswa SMP agar percaya diri dengan ide-ide yang dimiliki. Dengan kreativitas, keterbatasan bukanlah hambatan, justru bisa menjadi peluang,” ujarnya.
Setelah sesi materi, siswa-siswi dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Masing-masing kelompok ditantang untuk menciptakan ide bisnis sekreatif mungkin dan menuliskannya pada kertas kerja yang telah disediakan. Setelah berdiskusi, seluruh kelompok diminta mempresentasikan hasil ide bisnis mereka di depan kelas.