PORTAL7.CO.ID - Sebuah insiden tragis menimpa kawasan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Peristiwa ini dipicu oleh erupsi vulkanik signifikan yang mengejutkan para pendaki yang tengah berada di sekitar gunung tersebut.
Letusan dahsyat tersebut mengakibatkan kerugian nyawa yang signifikan. Dua orang pendaki yang teridentifikasi sebagai warga negara asing (WNA) dipastikan meninggal dunia akibat dampak langsung dari erupsi vulkanik yang terjadi.
Peristiwa fatal ini bertepatan dengan peningkatan drastis aktivitas vulkanik di Gunung Dukono. Status gunung api tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan sebelum akhirnya memuntahkan material vulkanik ke atmosfer.
Kolom abu vulkanik dari erupsi tersebut dilaporkan mencapai ketinggian luar biasa, yakni sekitar 10 kilometer ke udara. Fenomena ini menunjukkan skala kekuatan letusan yang terjadi pada pagi itu.
Kepolisian setempat telah mengonfirmasi berita duka ini berdasarkan informasi awal yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Konfirmasi ini menjadi landasan bagi langkah mitigasi dan respons darurat selanjutnya.
Dikutip dari JABARONLINE.COM, insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar karena selain korban jiwa, puluhan pendaki lainnya dilaporkan terjebak di area terdampak erupsi. Prioritas utama saat ini adalah proses evakuasi terhadap para pendaki yang masih berada di zona bahaya.
Pihak berwenang kini tengah memfokuskan upaya penyelamatan dan penanganan darurat. Kondisi geografis dan potensi bahaya susulan menjadi tantangan utama dalam upaya mengevakuasi para wisatawan yang terperangkap.
"Kematian kedua pendaki tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat berdasarkan laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," demikian informasi yang disampaikan pihak berwenang mengenai status korban jiwa.
Upaya responsif dari BPBD dan aparat keamanan terus ditingkatkan untuk memastikan keselamatan semua pihak yang berada di sekitar Gunung Dukono pasca erupsi. Situasi di lokasi masih memerlukan pemantauan ketat oleh otoritas vulkanologi terkait.