PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memfasilitasi keberangkatan jemaah haji menuju Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Misi keberangkatan ini telah dimulai secara resmi sejak hari Rabu, 22 April 2026, lalu.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengumumkan bahwa hingga saat ini sebanyak 25.271 calon jemaah telah diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi. Angka tersebut terhimpun dari total 65 kelompok terbang (kloter) yang telah dilepas dari Indonesia.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa mayoritas jemaah telah berhasil mendarat di Madinah dan bersiap untuk memulai rangkaian ibadah haji. Tercatat sebanyak 22.184 jemaah yang tergabung dalam 57 kloter telah tiba dengan selamat di kota suci tersebut.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Tangerang pada Sabtu, 25 April 2026, Menteri Irfan Yusuf memberikan rincian mengenai progres keberangkatan tersebut. "Jadi yang telah berangkat ada 65 kloter, sejumlah 25.271 peserta haji," ucap Irfan dalam konferensi pers di Tangerang, Sabtu (25/4/2026).

Menteri Irfan Yusuf menjelaskan bahwa masih ada sisa jemaah yang saat pengumuman tersebut masih berada dalam perjalanan udara menuju Arab Saudi. Pemerintah saat ini sedang memantau pergerakan delapan kloter terakhir yang dijadwalkan segera tiba di tujuan.

"Yang sisanya, delapan kloter, masih di angkasa. Mudah-mudahan segera mendarat di Madinah," tuturnya, menunjukkan harapan agar seluruh jemaah segera berkumpul.

Secara spesifik pada hari Sabtu, 25 April 2026, tercatat keberangkatan tambahan dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede. Kloter 5 yang terdiri dari 389 calon jemaah terbang menggunakan layanan maskapai Garuda Indonesia.

"Ditambah lagi Kloter 5 Embarkasi Jakarta Pondok Gede 389 jiwa. Mudah-mudahan segera akan mendarat di Madinah," paparnya, memberikan informasi detail mengenai kloter yang baru saja diberangkatkan.

Selain pembaruan data statistik, Kementerian Haji dan Umrah juga mengumumkan peningkatan fasilitas layanan untuk para tamu Allah. Pemerintah secara resmi menambah titik layanan fast track atau jalur cepat di Makassar.