PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui PT Pindad tengah mematangkan rencana besar untuk memproduksi mobil nasional di kawasan Karawang, Jawa Barat. Langkah strategis ini diambil guna memperkokoh struktur industri otomotif dalam negeri melalui manufaktur lokal yang mandiri.

Proyek ambisius ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas produksi. Informasi mengenai kesiapan manufaktur kendaraan asli Indonesia ini sebelumnya juga dilansir dari Detik Oto.

"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pengembangan fasilitas di Karawang tersebut dirancang untuk menghasilkan berbagai model kendaraan guna memenuhi permintaan pasar domestik yang beragam. Fokus utama dari lini produksi ini adalah menghadirkan kendaraan ramah lingkungan yang modern sesuai perkembangan teknologi global.

"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi produk (yang diproduksi Pindad)," ungkap Airlangga Hartarto saat menjelaskan diversifikasi produk otomotif yang akan dikembangkan oleh perusahaan plat merah tersebut.

Upaya percepatan proyek ini juga melibatkan koordinasi intensif antara Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata dengan Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan serta membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

"Pengembangan Mobil Nasional tidak sekadar menjadi proyek industri, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem otomotif nasional yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan," tulis kutipan dari akun Instagram resmi @bumn_id.

Program ini dipandang sebagai pilar utama dalam mewujudkan kemandirian teknologi dan kedaulatan industri transportasi di tanah air. Melalui inovasi yang dikembangkan secara lokal, Indonesia berambisi untuk memiliki daya saing yang lebih kompetitif di kancah internasional.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun industri yang berdaya saing dan berkelanjutan," tulis keterangan resmi dalam unggahan akun @bumn_id tersebut terkait visi jangka panjang pemerintah.