PORTAL7.CO.ID - Kota Mataram kini tengah berbenah dalam memperbaiki sistem administrasi dan pengelolaan data wilayahnya secara menyeluruh. Langkah besar ini dimulai dengan peresmian tiga kelurahan sebagai bagian dari program Desa Cinta Statistik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Cantik.

Peresmian yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) ini menyasar tiga lokasi strategis di ibu kota Provinsi NTB tersebut. Wilayah yang menjadi pionir program ini meliputi Kelurahan Ampenan Tengah, Ampenan Selatan, dan Dayan Peken.

Integrasi sistem pemerintahan berbasis data ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pemerintah daerah setempat, dilansir dari Detikcom. Penguatan basis data di tingkat kelurahan dinilai sangat krusial untuk mendukung ketepatan sasaran setiap kebijakan publik yang diambil.

"Saya melihat ini menjadi penting terutama berkaitan dengan memastikan penyaluran program-program sosial yang diinisiasi pemerintah, sehingga tidak terjadi salah sasaran. Kita harus punya basis data yang akurat," ujar Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana.

Melalui standardisasi data yang lebih mumpuni, pemerintah daerah berupaya keras untuk mengeliminasi segala bentuk kekeliruan dalam distribusi bantuan sosial. Akurasi data menjadi kunci utama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat tersentuh oleh program pemerintah secara adil.

"Ia juga berharap Kota Mataram dapat masuk dalam jajaran 10 besar nasional pada evaluasi program Desa Cantik," kata Mohan Roliskana.

Kepala BPS Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumono, menegaskan komitmen lembaganya dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Fokus utama dari kerja sama ini adalah melakukan pembenahan data wilayah agar lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Transformasi digital ini juga mencakup penyajian data dalam bentuk infografis yang menarik dan mudah dipahami oleh orang awam. Masyarakat kini dapat memantau perkembangan informasi wilayah mereka secara langsung melalui portal resmi yang dikelola oleh pihak kelurahan.

"Perangkat kelurahan mengelola data yang bagus, dampaknya nanti ke masyarakat ketika butuh data, atau pemerintah daerah saat butuh data. Datanya konsisten dengan apa yang dibutuhkan," kata Mohammad Reza Nugraha Kusumono.