PORTAL7.CO.ID - Masa depan Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala AC Milan kini diselimuti ketidakpastian yang signifikan akibat memburuknya hubungan kerja dengan CEO klub, Giorgio Furlani. Situasi internal klub yang memanas ini terjadi pada momen krusial ketika tim berjuluk Rossoneri tersebut masih berjuang keras untuk mengamankan slot kualifikasi Liga Champions musim depan.

Ketegangan yang terjadi antara Allegri dan Furlani disebut telah mencapai titik terendah dalam beberapa pekan terakhir. Perkembangan negatif ini diperparah oleh serangkaian hasil pertandingan yang kurang memuaskan yang dialami oleh skuat Milan di lapangan.

Situasi serius ini diungkapkan oleh jurnalis senior terkemuka, Carlo Pellegatti, yang menilai bahwa sangat sulit bagi kedua tokoh kunci ini untuk tetap berada di struktur manajemen klub yang sama pada musim kompetisi mendatang.

Dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Pellegatti memberikan analisis mendalam mengenai situasi kontrak Allegri dan berbagai opsi yang mungkin diambil oleh sang pelatih jika menghadapi manajemen yang ada saat ini.

"Saya berpendapat bahwa Massimiliano Allegri tidak akan melanjutkan satu tahun lagi bersama dengan Giorgio Furlani," ujar Carlo Pellegatti, Jurnalis.

Penilaian tajam dari Pellegatti tersebut didasarkan pada indikasi ketidakpuasan Allegri terhadap berbagai kebijakan manajerial yang telah diterapkan oleh Furlani sepanjang musim berjalan hingga saat ini.

Lebih lanjut, Pellegatti menekankan bahwa Allegri kemungkinan besar tidak ingin terjebak dalam situasi yang sama jika tidak ada perubahan struktural yang signifikan terjadi pada kursi eksekutif klub.

"Jika terbukti bahwa rumor mengenai kepergian Furlani tidak berdasar, saya rasa Allegri tidak akan mau lagi berada di posisi harus terus-menerus meminta pembelian pemain dan dicap sebagai pelatih yang terlalu defensif," kata Carlo Pellegatti, Jurnalis.

Sementara itu, di luar gesekan internal manajemen, gelombang protes juga mulai mengalir dari basis pendukung Milan yang telah meluncurkan petisi resmi meminta Furlani untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.