PORTAL7.CO.ID - Keputusan mengejutkan datang dari raksasa otomotif Jepang, Honda, mengenai penghentian proyek mobil listrik yang dikembangkan bersama Sony. Pembatalan ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum jadwal produksi massal kedua kendaraan hasil kolaborasi tersebut dijadwalkan dimulai.

Langkah ini merupakan dampak langsung dari pengumuman sebelumnya oleh Honda mengenai pembatalan proyek mobil listrik Seri 0 yang ambisius. Pembatalan Seri 0 tersebut, yang disebabkan oleh krisis internal, turut mengubah fundamental operasional bisnis Honda secara keseluruhan.

Akibatnya, dua model kendaraan listrik yang sempat diperkenalkan, yaitu sedan Afeela 1 dan SUV listrik, tidak akan melanjutkan ke tahap produksi massal. Kedua mobil ini sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik dalam ajang di Las Vegas, menarik perhatian besar dari industri.

Honda menjelaskan bahwa perubahan mendasar dalam strategi elektrifikasi perusahaan yang diumumkan pada 12 Maret 2026 menjadi pemicu utama pembatalan ini. Perubahan tersebut, ditambah dengan dinamika pasar kendaraan listrik (EV) yang berubah drastis, mengubah asumsi dasar operasi Sony Honda Mobility (SHM).

"Perubahan strategi elektrifikasi otomotif yang diumumkan pada 12 Maret 2026, serta perubahan di pasar kendaraan listrik (EV), telah mengubah asumsi dasar operasi bisnis SHM," demikian pernyataan resmi Honda, dilansir dari siaran pers Honda Global. Keputusan ini secara otomatis menghentikan pengembangan lanjutan untuk mobil listrik Afeela.

Sony Honda Mobility (SHM) kini tidak lagi melanjutkan rencana pengembangan Afeela 1 maupun model-model lain yang telah direncanakan sebelumnya. Perusahaan patungan ini harus segera mendiskusikan langkah selanjutnya dengan Sony Group Corporation dan Honda Motor Corporation.

Sebagai konsekuensi langsung dari pembatalan ini, SHM diwajibkan untuk mengembalikan seluruh dana pemesanan yang telah diterima dari konsumen mereka di Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua perusahaan dalam mengakhiri proyek tersebut secara administratif.

Sebelumnya, konsumen di AS sempat membuka pemesanan untuk Afeela pada tahun 2025 dengan tanda jadi sebesar USD 200, atau setara Rp 3,2 juta berdasarkan kurs 10 Januari 2025. Penjualan mobil listrik yang direncanakan diproduksi di Ohio ini awalnya hanya akan tersedia di wilayah California.

Varian Afeela Tipe Origin dibanderol dengan harga sekitar Rp 1,4 miliar dengan estimasi waktu tunggu hingga tahun 2027. Sementara itu, Tipe Signature yang menawarkan fitur lebih lengkap dipatok harga Rp 1,6 miliar, yang seharusnya sudah bisa diterima konsumen pertengahan tahun ini.