PORTAL7.CO.ID - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas berpulangnya salah satu Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh. Wafatnya tokoh penting tersebut pada hari Jumat, 8 Mei 2026, dinilai menciptakan kekosongan besar di kalangan generasi muda.

Kepergian almarhum Haerul Saleh meninggalkan duka bagi pemuda Indonesia, mengingat kontribusinya yang signifikan selama menjabat sebagai pejabat negara. KNPI melihat sosok almarhum bukan hanya sebagai pejabat tinggi, namun juga sebagai figur yang peduli terhadap peran strategis pemuda dalam pembangunan nasional.

Menurut Ketua Umum KNPI, Haris Pertama, almarhum Haerul Saleh selalu menjadi jembatan aspirasi bagi anak-anak muda yang ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Dedikasi beliau dalam membimbing generasi penerus bangsa menjadi sorotan utama dalam kenangan KNPI.

Haris Pertama menegaskan pentingnya peran almarhum dalam ekosistem kepemudaan Indonesia. "Bangsa Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang selama ini dekat dengan kalangan pemuda," ujar Haris Pertama.

Lebih lanjut, Haris Pertama menambahkan bahwa Haerul Saleh merupakan panutan dalam hal pengabdian dan integritas. "Almarhum bukan hanya pejabat negara, tetapi juga sahabat bagi banyak anak muda yang ingin belajar tentang pengabdian, integritas, dan pembangunan bangsa," tambah Haris Pertama dalam keterangan resminya.

Dalam keseharian, almarhum Haerul Saleh dikenal memiliki kepemimpinan yang inklusif dan terbuka terhadap masukan dari aktivis kepemudaan. Beliau kerap mengadakan diskusi mendalam mengenai tata kelola pemerintahan yang baik bersama generasi muda.

Haris Pertama mengungkapkan keyakinan mendalam almarhum terhadap potensi pemuda dalam menentukan arah bangsa ke depan. "Beliau selalu percaya bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pemudanya," jelas Haris Pertama.

Oleh karena itu, almarhum Haerul Saleh selalu mendorong generasi muda untuk proaktif dan tidak bersikap apatis terhadap isu-isu kebangsaan. "Karena itu, beliau sering mendorong agar anak-anak muda tidak apatis terhadap persoalan bangsa dan harus ikut mengawal pembangunan yang bersih serta berpihak pada kepentingan rakyat," tutur Haris Pertama.

Warisan pemikiran yang ditinggalkan oleh Haerul Saleh, terutama terkait transparansi dan integritas dalam pengelolaan negara, kini menjadi penekanan penting bagi KNPI. Fakta menarik, wafatnya almarhum terjadi bertepatan dengan peristiwa kebakaran yang melanda kediamannya di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.