PORTAL7.CO.ID - Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor, membuat langkah tak terduga dalam pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid. Ia menarik keluar penjaga gawang Antonin Kinsky hanya 17 menit setelah laga dimulai di Metropolitano.
Kinsky, kiper asal Ceko yang baru berusia 22 tahun, menjadi starter meskipun memiliki rekam jejak minim di kompetisi Eropa kasta tertinggi. Tercatat, ia baru mengoleksi dua penampilan di Carabao Cup musim berjalan sebelum laga krusial ini.
Keputusan pergantian cepat ini dipicu oleh rentetan gol cepat yang membuat Tottenham tertinggal 3-0 dalam waktu singkat. Kinsky dinilai melakukan kesalahan fatal saat kehilangan bola di area pertahanannya sendiri, yang berujung pada gol pertama lawan.
Menurut informasi yang dilansir dari elpais.com, Tudor mengambil tindakan ekstrem ini demi melindungi kondisi mental sang pemain muda. Selain itu, pergantian tersebut juga bertujuan untuk menstabilkan tim yang sedang berada di bawah tekanan luar biasa.
Igor Tudor mengakui bahwa situasi ini sangat jarang terjadi dalam kariernya sebagai pelatih. "Saya telah melatih selama 15 tahun dan belum pernah melakukan hal seperti ini," kata Tudor, menyoroti bahwa pergantian kiper karena alasan teknis sedini ini tanpa preseden di Liga Champions.
Tudor menekankan bahwa tindakannya adalah demi kepentingan tim secara keseluruhan, bukan semata-mata menyalahkan pemain. "Saya ingin menjaga pria itu dan tim. Saya yakin telah melakukan hal yang benar. Kinsky adalah kiper yang sangat baik," tutur Tudor saat memberikan penjelasan pasca pertandingan.
Awalnya, Tudor berencana mengistirahatkan kiper utama, Guglielmo Vicario, untuk fokus pada jadwal domestik. Namun, situasi buruk di lapangan memaksa Vicario harus masuk menggantikan Kinsky jauh lebih awal dari rencana untuk meredam dominasi Atletico Madrid.
Malapetaka dimulai pada menit keenam ketika Kinsky gagal mengoper bola dengan baik kepada Djed Spence, bola tersebut justru jatuh ke kaki Lookman yang sukses membuka keunggulan bagi tuan rumah. Tekanan bagi Spurs semakin berat mengingat mereka hanya berjarak satu poin dari zona degradasi Premier League setelah 11 laga tanpa kemenangan.
Gol-gol tambahan dari Marcos Llorente, Griezmann, dan Julián Álvarez di awal babak pertama semakin memperlihatkan kerapuhan pertahanan tim asal London tersebut. Tudor secara terbuka mengakui bahwa timnya sedang berada dalam kondisi mental yang sangat rapuh saat ini.