PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Republik Indonesia menegaskan bahwa seluruh persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Kepastian ini disampaikan untuk meredam isu-isu yang mengindikasikan adanya potensi penundaan atau perubahan jadwal keberangkatan.
Keberangkatan perdana jemaah haji asal Indonesia secara resmi dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 22 April 2026. Informasi ini menjadi penegasan penting bagi seluruh calon tamu Allah yang telah menanti keberangkatan ke Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa seluruh tahapan persiapan kini sudah berada pada jalur yang direncanakan. Ia menggarisbawahi bahwa proses administrasi dan logistik telah mencapai tahap penyelesaian akhir.
"Perlu saya sampaikan bahwa sampai hari ini semua persiapan sudah selesai. Visa sudah hampir 100 persen keluar, semua persiapan kita di Saudi juga sudah selesai," ujar Irfan saat memberikan keterangan dalam acara Bincang Haji Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Jadwal resmi mengindikasikan bahwa kloter pertama jemaah haji akan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026. Pemerintah berharap tidak akan ada kendala eksternal yang signifikan yang mampu mengganggu jadwal keberangkatan yang telah disusun ini.
"Insya Allah semua on schedule, sehingga berita-berita yang mengatakan ada perubahan atau ketidakberangkatan mudah-mudahan tidak terbukti nantinya," kata Irfan, menegaskan komitmen pemerintah terhadap jadwal tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M. Nur, mengonfirmasi perkembangan positif dalam pengurusan visa bagi jemaah haji khusus.
"Timeline tersebut dapat kami penuhi sebagaimana yang telah ditetapkan, yaitu mendekati 99 persen. Visa khusus per tanggal 20 Maret kemarin sudah keluar, hanya tersisa sedikit sekali," ujar Firman, merujuk pada progres visa khusus.
Firman mengakui bahwa terdapat tantangan operasional yang dihadapi, terutama karena sebagian petugas sudah ditempatkan di Arab Saudi. Kehadiran dini petugas ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum kedatangan rombongan jemaah gelombang pertama.