PORTAL7.CO.ID - Klub raksasa Inggris, Chelsea, dikabarkan tengah menghadapi gejolak internal serius menyusul hasil minor mereka di kompetisi Eropa. Situasi ini disebut-sebut menyerupai kasus serupa yang sempat dialami oleh rival mereka, Manchester United, beberapa waktu lalu.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, secara terbuka telah memberikan janji tegas untuk menyelidiki secara menyeluruh akar permasalahan kebocoran informasi di dalam skuad The Blues. Penyelidikan ini dilakukan segera setelah kekalahan besar 2-5 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Insiden kebocoran informasi ini terjadi delapan jam sebelum pertandingan krusial di Parc des Princes pada Kamis (6/3/2026) dini hari WIB. Informasi mengenai daftar pemain inti yang akan diturunkan diduga telah tersebar luas sebelum waktu yang seharusnya.
Kekalahan tersebut memberikan kerugian signifikan bagi asa Chelsea untuk melaju lebih jauh di kompetisi Eropa musim ini, meskipun mereka sempat menunjukkan perlawanan sengit selama lebih dari satu jam pertandingan.
Liam Rosenior menyatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya isu kebocoran tersebut sebelum pertandingan berlangsung. "Saya tidak menyadarinya. Kalau memang benar ada kebocoran, kami pasti akan mencari tahu asal-usulnya," ujarnya, dilansir dari Bola.
Peristiwa ini mengingatkan publik pada insiden yang menimpa Manchester United, di mana taktik dan formasi awal mereka bocor ke media sosial menjelang laga melawan Manchester City pada Januari lalu. Klub tersebut juga sempat menginvestigasi kebocoran taktik Ruben Amorim saat menghadapi Bournemouth pada Desember sebelumnya.
Meskipun Chelsea sempat mencatatkan hasil impresif di fase grup, termasuk mengalahkan Barcelona dan Napoli, performa mereka runtuh di Paris. Skor sempat imbang 2-2 hingga menit ke-74 sebelum PSG mencetak tiga gol balasan melalui aksi Vitinha dan dua gol dari Khvicha Kvaratskhelia.
Gol ketiga PSG berawal dari sebuah kesalahan fatal yang dilakukan oleh kiper Filip Jorgensen, yang kehilangan penguasaan bola di area pertahanan krusial. Rosenior memilih untuk tidak terlalu menyalahkan sang penjaga gawang atas insiden tersebut.
"Pemain pasti membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama, dan itu bagian dari sepak bola," kata Rosenior mengenai kesalahan kipernya.