PORTAL7.CO.ID - Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, secara resmi mengumumkan ambisi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan pusat ekspor jangka panjang mereka di kancah global. Pengumuman strategis ini disampaikan langsung dalam gelaran Chery International Business Summit 2026 yang diadakan di Wuhu, China.

Rencana ini merupakan langkah signifikan yang menunjukkan optimisme Chery terhadap prospek manufaktur dan pasar di Tanah Air. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia dibandingkan dengan negara lain, termasuk China sendiri.

President of Chery International, Zhang Guibing, secara spesifik menyoroti stabilitas ekonomi dan ketersediaan tenaga kerja Indonesia sebagai faktor penarik utama. Menurutnya, faktor-faktor ini mampu menekan biaya produksi secara signifikan.

Zhang Guibing menjelaskan bahwa Indonesia menawarkan daya saing biaya yang superior saat ini. "Bahkan kalau dibandingkan dengan China hari ini, Indonesia punya lebih banyak keuntungan," ungkap Zhang kepada awak media saat sesi wawancara di Wuhu, China (28/4).

Lebih lanjut, ekspansi kapasitas produksi ini didorong oleh keterbatasan ruang perakitan model Completely Knocked Down (CKD) yang sedang berjalan. Peningkatan volume produksi yang diinginkan perusahaan memerlukan fasilitas manufaktur yang lebih luas.

Saat ini, Chery sedang intensif berkoordinasi dengan mitra lokal dan otoritas pemerintah Indonesia untuk merealisasikan peningkatan skala operasional tersebut. "Dan sekarang kami bicara dengan pemerintah (Indonesia) dan mitra kami, bagaimana cara untuk membesarkan kapasitas produksi kami," sambung Zhang.

Optimisme ini juga diamini oleh jajaran manajemen lokal, di mana President Director PT Chery Sales Indonesia, Zeng Shuo, menekankan potensi demografi Indonesia. Dominasi populasi usia muda dianggap sebagai aset penting untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Zeng Shuo menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan karena merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. "Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan di masa depan karena memiliki populasi terbesar keempat di dunia," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Proporsi penduduk usia produktif yang besar menjadi landasan utama bagi Chery untuk memperkuat infrastruktur lokal. Mereka bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai tulang punggung manufaktur mereka, bukan hanya sekadar pasar konsumen akhir.