PORTAL7.CO.ID - Presiden terpilih FC Barcelona, Joan Laporta, mengambil bagian dalam agenda jamuan makan siang resmi yang diselenggarakan oleh pihak Osasuna pada hari Sabtu, 2 Mei 2026. Acara institusional ini digelar di asador-sidrería Matintxo, Cizur, beberapa jam sebelum kedua tim dijadwalkan bertanding di Stadion El Sadar.

Kehadiran Laporta dalam pertemuan pra-pertandingan ini cukup menarik perhatian publik, mengingat ia belum resmi mengemban jabatan presiden hingga proses transisi dari Rafael Yuste selesai pada 1 Juli mendatang. Delegasi Barcelona dalam acara tersebut dipimpin oleh Yuste, yang saat ini menjabat sebagai presiden sementara klub.

Selain Yuste, beberapa petinggi klub turut mendampingi Laporta, termasuk Josep Cubells, Josep Ignasi Macià, dan Joan Solé. Mereka menjadi bagian dari rombongan resmi yang menghadiri pertemuan dengan tuan rumah Osasuna tersebut.

Rombongan Barcelona juga diisi oleh figur penting dari manajemen olahraga dan staf, seperti Alejandro Echevarría, Enric Masip, serta mantan pemain yang kini menjabat, Bojan Krkić. Mereka semua hadir dalam kapasitas mewakili manajemen klub jelang laga krusial tersebut.

Di sisi lain, pertemuan tersebut menjadi tuan rumah bagi Presiden Osasuna, Luis Sabalza, yang menyambut delegasi Barcelona di lokasi yang berdekatan, sekitar dua kilometer dari pusat kota Pamplona. Acara ini merupakan bagian dari tradisi pertemuan antar klub sebelum laga LaLiga dimulai.

Sebuah interaksi tak terduga terjadi ketika seorang pendukung muda menghampiri Laporta untuk meminta tanda tangan pada jersei miliknya. Anak tersebut kemudian memberanikan diri menanyakan kemungkinan Barcelona merekrut Julian Alvarez dari Atletico Madrid.

Laporta merespons pertanyaan bocah tersebut dengan nada jenaka, menduga bahwa pertanyaan itu telah diarahkan oleh awak media yang meliput acara tersebut. Ia melontarkan komentar, "“¿Qué? ¡Ya te han dicho los periodistas que preguntaras ¡eh?!” ujar Laporta, Presiden terpilih FC Barcelona."

Sementara itu, Rafael Yuste memberikan pernyataan resmi mengenai ambisi tim meraih gelar juara liga musim 2025/2026. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pelatih Hansi Flick.

Yuste menegaskan fokus tim saat ini adalah menghadapi rival hari itu dengan penuh hormat dan meraih tiga poin, bukan langsung membahas perayaan juara. Ia menjelaskan, "“Tenemos mucho respeto al rival de hoy y no podemos pensar más que en los tres puntos, no aún en ganar la Liga, aunque luego una cosa pueda llevar a la otra” jelas Yuste, Presiden Barcelona."