PORTAL7.CO.ID - Tahun 2026 menandai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sebuah momen yang dianggap sangat strategis untuk mempererat jalinan kebersamaan seluruh komponen bangsa Indonesia. Momen sakral ini diharapkan menjadi landasan kokoh dalam upaya kolektif membangun negara yang lebih baik ke depan.

Dr. John N. Palinggi, selaku Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), menyerukan agar umat memanfaatkan hari kemenangan ini sebagai wadah menebar kebaikan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menguatkan dimensi kepedulian dan solidaritas sosial di antara warga negara.

Lebih lanjut, Dr. John N. Palinggi menyampaikan bahwa Idul Fitri adalah ruang refleksi mendalam bagi setiap individu dan komunitas. Tujuannya adalah untuk mempererat persaudaraan sejati, menumbuhkan empati kolektif, serta memastikan harmoni tetap terjaga dalam bingkai keberagaman Indonesia.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady, turut menyoroti makna Idul Fitri yang melampaui aspek spiritual semata setelah sebulan penuh berpuasa. Momen ini disebutnya sebagai waktu krusial untuk memperkokoh jalinan persaudaraan antarwarga.

Daddy Rohanady juga menekankan bahwa perayaan ini harus digunakan untuk menjaga harmoni sosial dan meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang fundamental di tengah dinamika masyarakat. Hal ini penting agar semangat persatuan tidak luntur.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia mengajak umat Muslim menyambut Hari Kemenangan ini dengan penuh suka cita setelah menuntaskan ibadah puasa Ramadan.

Puan Maharani mengingatkan makna kesucian yang kembali hadir dalam diri setiap insan setelah Idul Fitri tiba. "Di Hari yang fitri ini, marilah kita saling membuka pintu maaf," kata Puan Maharani, seperti dikutip dari Antara.

Ia juga menyampaikan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan seluruh aspek perayaan berjalan lancar, termasuk kesiapan sistem transportasi untuk arus mudik dan balik. Keamanan masyarakat selama masa libur Lebaran juga menjadi prioritas utama yang harus terjamin.

Dari perspektif Jawa Barat, Daddy Rohanady menegaskan bahwa tradisi hidup berdampingan secara rukun telah mengakar kuat di kalangan warganya. Oleh karena itu, nilai-nilai seperti toleransi dan saling menghormati harus terus dipelihara dan dihidupkan.