PORTAL7.CO.ID - PT Bumi Siak Pusako (BSP) menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan pemulihan kinerja keuangan yang signifikan pada tahun 2026. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor migas ini berhasil bangkit setelah sebelumnya sempat mengalami kerugian besar mencapai 14 juta USD pada tahun 2024. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi stabilitas fiskal daerah di tengah tantangan ekonomi yang cukup berat.

Herianto selaku Komisaris PT BSP mengungkapkan bahwa perusahaan kini diproyeksikan mampu membukukan dividen hingga 6 juta USD atau setara lebih dari Rp100 miliar. Dari hasil rapat internal bersama notaris, disepakati pembagian dividen interim sebesar 4,5 juta USD yang setara dengan Rp75,9 miliar. Sisa pembagian keuntungan tersebut dijadwalkan akan direalisasikan setelah proses audit oleh akuntan publik tuntas dilakukan.

Sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 72 persen, Pemerintah Kabupaten Siak diperkirakan akan menerima setoran dividen murni sekitar Rp52 miliar. Bupati Siak, Afni Zulkifli, telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran direksi untuk menjaga akumulasi dividen tetap berada di angka minimal 6 juta USD. Langkah ini diambil guna memastikan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap optimal dan terjaga. "Kami bekerja dari arahan dan kebijakan Ibu Bupati, dan hasilnya Alhamdulillah saat ini BSP mulai rebound," ujar Herianto pada Senin (2/3/2026). Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pasca musibah congeal yang terjadi sejak Maret 2023. Selain perombakan struktur komisaris dan direksi, efisiensi anggaran juga menjadi kunci utama dalam pemulihan kesehatan finansial perusahaan.

Salah satu langkah efisiensi yang diterapkan adalah pengubahan pola distribusi minyak mentah dari jalur darat atau trucking. Kebijakan penjualan juga mengalami pergeseran strategis dari orientasi ekspor menjadi pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Selain itu, Bupati Afni memerintahkan penundaan proyek non-krusial serta evaluasi mendalam terhadap seluruh proyek berjalan demi mengamankan arus kas perusahaan.

Selain fokus pada internal, Bupati Afni aktif menjalin komunikasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Koordinasi intensif ini bertujuan untuk memperkuat posisi PT BSP dalam meningkatkan kontribusi sektor migas terhadap pendapatan daerah. Pemerintah daerah juga menargetkan tiga agenda besar di tahun 2026, termasuk penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP) sebanyak tujuh sumur.

Agenda strategis lainnya mencakup pengadaan infrastruktur pipa baru melalui kemitraan untuk menggantikan fasilitas lama yang sudah tidak layak pakai. Bupati Afni optimis bahwa dengan pengisian jabatan direksi definitif dan tata kelola profesional, PT BSP akan terus bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi Siak. Komitmen ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui bagi hasil yang berkelanjutan.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/pt-bsp-bukukan-dividen-rp-100-miliar