PORTAL7.CO.ID - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan bahwa pasar otomotif nasional akan segera mencapai titik keseimbangan antara dominasi merek Jepang dan meningkatnya penetrasi merek dari China. Proyeksi ini muncul seiring dengan tren elektrifikasi kendaraan yang semakin kuat di Indonesia.

Proses pergeseran dominasi di industri otomotif ini disebut sebagai hal yang wajar dan mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan konsumen saat ini. Gaikindo melihat bahwa dinamika pasar selalu berubah, mencerminkan adaptasi konsumen terhadap inovasi baru yang ditawarkan oleh produsen global.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa sejarah industri ini telah melalui beberapa fase pergeseran signifikan. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya pasar sempat didominasi oleh merek Amerika dan Eropa yang memperkenalkan mesin pembakaran internal (ICE) sebelum akhirnya digantikan oleh merek Jepang.

Kukuh Kumara juga menyoroti bagaimana merek Jepang berhasil merebut pangsa pasar besar pada dekade 1970-an, meskipun awalnya sempat mendapatkan respon negatif dari masyarakat Indonesia. Kualitas produk dan harga yang terjangkau menjadi kunci keberhasilan jangka panjang mereka.

"Ada pergeseran pilihan. Jadi memang kalau diawali dari sebelum 1930-an, kan manusia naik kuda, terus ditemukan kendaraan bermotor buatan Ford. Kemudian ditinggalkan dan ICE maju di Amerika maupun Eropa," ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Ia melanjutkan bahwa merek Jepang mampu membuktikan kualitasnya meskipun awalnya ada keraguan dari konsumen. Penerimaan positif ini kemudian membawa merek Jepang mendominasi pasar mobil di Indonesia selama puluhan tahun.

"Sejalan dengan perkembangan zaman, produsen Jepang muncul tahun 1970-an dan menawarkan mobil-mobil yang lebih affordable dan populer. Tapi dulu kan sempat divonis kan, seperti 'ah mobil kaleng'. Tapi pada kenyataannya kan mobil ini diterima di seluruh dunia," tambah Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Saat ini, tekanan baru datang dari merek-merek China yang agresif memasuki pasar Indonesia, terutama melalui keunggulan mereka dalam teknologi kendaraan listrik (EV). Ekspansi mereka tidak hanya terbatas di Asia, tetapi juga menyasar pasar Eropa.

"Lalu muncullah kendaraan-kendaraan China yang populer dengan EV-nya. Memang ada shifting di situ, kendaraan China dengan EV-nya populer karena di sana total 30 juta, mereka juga merambah Asia dan Eropa," tutur Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.