PORTAL7.CO.ID - Gelandang serang Liverpool, Florian Wirtz, akhirnya angkat bicara mengenai periode adaptasi yang penuh gejolak di awal kariernya bersama klub Merseyside tersebut, dilansir dari Bola.

Kepindahannya dari Bayer Leverkusen pada Juni tahun lalu dibarengi dengan biaya transfer yang sangat besar, mencapai 116 juta poundsterling.

Angka fantastis ini sempat menjadikan Wirtz pemain termahal dalam sejarah klub, sebelum rekor tersebut dipecahkan oleh kedatangan Alexander Isak senilai 125 juta poundsterling.

Ekspektasi tinggi yang melekat pada label harga tersebut diakui Wirtz menjadi beban signifikan ketika ia mencoba menyesuaikan diri dengan atmosfer ketat sepak bola Inggris.

Pada awal musim perdananya, performa Wirtz sempat menuai kritik karena dinilai belum mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh publik Anfield.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan program televisi Jerman, Sportschau, pemain berusia 22 tahun itu mengakui bahwa ia melewati fase yang sangat sulit.

"Itu bukan fase yang mudah. Terkadang bagus juga ketika segala sesuatu tidak selalu berjalan naik dan Anda mengalami penurunan lalu menjadi lebih kuat karenanya," ujar Florian Wirtz.

Wirtz melihat tekanan yang dihadapi sebagai katalisator penting untuk pertumbuhan profesionalnya, memaksanya meningkatkan kemampuan menguasai bola dan beradaptasi dengan intensitas fisik Premier League.

"Begitulah saya melihatnya sekarang, itu membuat saya sedikit lebih kuat. Saya harus mengatasi perlawanan dan beradaptasi, saya harus belajar menjadi lebih kuat," tutur Wirtz.