PORTAL7.CO.ID - Federasi Otomotif Dunia (FIA) mengumumkan revisi signifikan terhadap regulasi teknis Formula 1 menjelang perhelatan Grand Prix Miami yang akan datang. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kritik keras yang dilayangkan oleh beberapa pembalap mengenai performa dan aspek keselamatan mesin hibrida di lintasan balap.

Perubahan substansial pada aturan ini menyasar penyesuaian teknis pada unit daya serta modifikasi prosedur yang diterapkan selama sesi kualifikasi. FIA memanfaatkan jeda kompetisi, khususnya setelah pembatalan balapan di Arab Saudi dan Bahrain, untuk mengevaluasi kebijakan bersama para kepala tim dan produsen mesin.

Salah satu fokus utama adalah pada sesi kualifikasi, di mana jumlah energi yang diizinkan untuk satu putaran mengalami pemotongan. Batas energi yang diperbolehkan kini dikurangi dari 8 megajoule menjadi 7 megajoule untuk putaran kualifikasi.

Namun, untuk mengimbanginya, batas tenaga penuh (full power) ditingkatkan secara signifikan, dari sebelumnya 250 kilowatt menjadi 350 kilowatt. Peningkatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemulihan energi yang dapat dimanfaatkan oleh para pembalap selama sesi tersebut.

Selain itu, FIA memperluas cakupan sirkuit yang diizinkan untuk menerapkan batas energi yang lebih rendah dari delapan menjadi dua belah lintasan. Sementara itu, dalam balapan utama, penggunaan mode dorongan tambahan dibatasi maksimal hingga 150 kilowatt.

FIA juga memberikan izin penggunaan tenaga listrik penuh sebesar 350 kilowatt, namun penggunaannya hanya diizinkan selama momen keluar dari tikungan. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan baru dalam strategi tenaga selama perlombaan berlangsung.

Keluhan utama yang memicu revisi ini datang dari pembalap McLaren, Lando Norris, yang sempat menyuarakan kekhawatiran serius mengenai konfigurasi mesin hibrida dengan komposisi tenaga 50-50 yang dianggapnya berbahaya.

"terbang melewati pagar dan menyebabkan kerusakan besar," kata Lando Norris, Pembalap, mengenai potensi risiko dari konfigurasi mesin sebelumnya.

Max Verstappen juga sempat menyuarakan ketidakpuasan terkait daya saing mobilnya pada musim ini, setelah ia sempat terlempar ke posisi kesembilan dalam klasemen sementara. Selain fokus pada mesin, FIA juga akan menguji sistem deteksi daya rendah pada prosedur start di Miami.