PORTAL7.CO.ID - Drama menegangkan tersaji dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Newcastle United kontra Barcelona di St James Park. Pertandingan yang berlangsung pada 11 Maret 2026 tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1, setelah gol penalti di menit-menit krusial.
Kemenangan yang sudah di depan mata Newcastle United harus pupus setelah wasit Marco Guida menunjuk titik putih menjelang akhir pertandingan. Keputusan tersebut diambil setelah Malick Thiaw dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap pemain Barcelona, Dani Olmo.
Eksekutor penalti yang maju adalah bintang muda Lamine Yamal, yang saat itu baru berusia 18 tahun. Yamal menunjukkan ketenangan luar biasa dalam situasi penuh tekanan, sukses menaklukkan kiper Aaron Ramsdale dan memastikan skor imbang.
Gol penyama kedudukan tersebut dicetak pada menit ke-96, menjadikannya salah satu penalti penyama kedudukan paling larut dalam sejarah kompetisi Liga Champions. Hasil ini memberikan keuntungan psikologis bagi tim tamu sebelum leg kedua digelar.
Sebelum gol penalti itu datang, Newcastle United sejatinya unggul lebih dulu melalui sontekan jarak dekat Harvey Barnes pada menit ke-86. Tuan rumah tampil dominan di sebagian besar babak kedua dan nyaris menambah keunggulan.
Barnes bahkan sempat membuat pendukung tuan rumah menahan napas ketika tendangan melengkungnya membentur tiang gawang Barcelona. Namun, keunggulan tipis itu gagal dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan.
Mengenai hasil yang mengecewakan tersebut, Harvey Barnes mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas hilangnya kemenangan di menit akhir. "Ini sulit. Ketika Anda mencetak gol rasanya luar biasa. Anda bisa merasakan energi dari para suporter. Kami sebenarnya bermain sangat baik," ujar Barnes.
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, juga menyampaikan bahwa performa timnya layak mendapatkan poin maksimal dalam pertemuan tersebut. Ia memuji soliditas lini pertahanan timnya sepanjang laga melawan raksasa Spanyol itu.
"Penampilan tim sangat bagus, sangat baik di semua fase permainan. Sangat menyenangkan akhirnya bisa mencetak gol, tetapi sentuhan terakhir dalam laga itu sangat sulit diterima," kata Howe.