PORTAL7.CO.ID - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, secara resmi membuka program Kick Off Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pada Sabtu (2/5) di Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan, Sofifi. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah mewujudkan visi ambisius "Malut Cerdas."
Inisiatif ini diprioritaskan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebagai strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Fokus utama dari program ini adalah penguatan fondasi pendidikan yang bermutu tinggi di seluruh wilayah.
Untuk merealisasikan transformasi sistem pendidikan ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjalin kemitraan strategis dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF). Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing setara dengan standar global.
Akselerasi Kesejahteraan: PKH Tahap II Cair Mei 2026 Didukung Penuh Sistem Data Tunggal Terkini
Program percontohan inovasi pendidikan ini secara khusus menyasar dua institusi pendidikan, yaitu SMAN 10 Kota Ternate dan SMAN 5 Tidore Kepulauan. Kedua sekolah ini dipilih sebagai garda terdepan dalam implementasi kurikulum baru.
Pengembangan SDM dalam program ini berfokus pada pembentukan karakter, peningkatan kemampuan memecahkan masalah, serta penguatan keterampilan berpikir kritis. Metode ini diterapkan melalui penerapan Sampoerna Schools System untuk mempersiapkan siswa menjadi pemimpin perubahan masa depan.
Selain kemitraan dengan yayasan, peluncuran ini juga menandai uji coba implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diinisiasi oleh Kemendikdasmen di beberapa sekolah Maluku Utara. PJJ bertujuan memperluas akses belajar mandiri bagi para siswa.
"Pendidikan Jarak Jauh dirancang dengan memanfaatkan berbagai media, teknologi informasi dan komunikasi dan sistem pendukung yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun," papar Sherly Laos, Gubernur Maluku Utara.
Kepala daerah menekankan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan geografis yang selama ini menghambat pemerataan akses pendidikan. Penggunaan sistem digital dinilai efektif menekan biaya operasional siswa di wilayah kepulauan.
"Model pendidikan seperti ini menjadi solusi efektif untuk mengatasi hambatan geografis, waktu, dan biaya, terutama di era digital seperti saat ini," jelas Gubernur Sherly Laos.