PORTAL7.CO.ID - Gelombang protes kembali menyambangi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada Selasa (17/3) kemarin, diwarnai unjuk rasa oleh sekitar 70 penggemar sepak bola Malaysia. Massa yang berkumpul sejak pukul 10 pagi ini secara spesifik menuntut penyelesaian serius terhadap isu pemalsuan dokumen yang tengah menjadi sorotan.
Para demonstran tersebut mayoritas merupakan pendukung tim Selangor FC Malaysia, yang terlihat membentangkan berbagai spanduk kritik tajam. Fokus utama unjuk rasa kali ini diarahkan pada kinerja Liga Sepak Bola Malaysia (MFL) terkait penanganan kasus ini.
Presiden Fans Selangor FC, Hairy Ibrahim, menegaskan bahwa demonstrasi yang berlangsung di depan Wisma FAM tersebut hanyalah pemanasan awal. Ia memberikan peringatan keras mengenai potensi eskalasi aksi jika FAM dan MFL mengabaikan tuntutan mereka.
Hairy Ibrahim menjelaskan tujuan utama kedatangan mereka ke markas FAM pagi itu. "Kami berada di Wisma FAM hari ini untuk melakukan protes damai terkait masalah tujuh pemain berstatus pemain keturunan yang menggunakan dokumen palsu, sebuah fakta yang telah dikonfirmasi oleh FIFA," ujar Hairy Ibrahim, dilansir dari sumber berita terkait.
Lebih lanjut, ia menyoroti sikap MFL yang dinilai proaktif mempertahankan hukuman yang sudah dijatuhkan kepada para pemain tersebut. Menurut Hairy, langkah MFL ini secara implisit menunjukkan adanya pengakuan terhadap keputusan FIFA mengenai status kewarganegaraan para pemain yang dipermasalahkan.
Para penggemar merasa bahwa otoritas liga telah menunjukkan pengabaian terhadap regulasi yang berlaku. Hal ini diperkuat dengan pandangan bahwa MFL seolah mengesampingkan keputusan penting dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) serta badan induk sepak bola dunia, FIFA.
Para inisiator aksi berharap bahwa demonstrasi damai yang dilakukan ini dapat memicu lebih banyak suporter dari berbagai klub untuk angkat bicara. Tujuannya adalah menciptakan tekanan kolektif demi penyelesaian masalah yang berlarut-larut ini.
Hairy Ibrahim kembali menyampaikan ultimatum tegas mengenai langkah selanjutnya yang akan mereka ambil. "Jika FAM dan MFL tidak mengambil tindakan lebih lanjut, kami mungkin akan mengorganisir protes yang jauh lebih besar setelah liburan Idul Fitri," kata Hairy Ibrahim.
Kekhawatiran para suporter ini dipicu oleh pengumuman terbaru dari MFL mengenai pemberian status pemain lokal kepada empat pemain yang sebelumnya sempat mendapat skorsing dari FIFA. Pemain-pemain ini tercatat aktif berkompetisi di M-League.