PORTAL7.CO.ID - Menjelang perayaan Idulfitri tahun 2026, antisipasi kelancaran arus mudik menjadi prioritas utama pemerintah. Salah satu inovasi yang terus dikembangkan untuk mempermudah pemudik adalah penyediaan akses pengecekan CCTV jalan tol secara daring.
Layanan pemantauan lalu lintas ini dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia. Hal ini bertujuan memberikan gambaran kondisi jalan secara langsung kepada calon pemudik.
Pemudik dapat memanfaatkan tautan resmi yang disediakan oleh Kementerian PU untuk melihat kondisi terkini di berbagai ruas jalan tol yang akan dilalui. Panduan ini sangat penting untuk perencanaan waktu keberangkatan yang lebih optimal.
Selain fokus pada jalan tol, pemantauan kondisi juga dapat dilakukan pada jaringan jalan non-tol selama periode arus mudik Lebaran 2026 berlangsung. Informasi ini krusial bagi pengguna jalan yang memilih rute alternatif.
Pemerintah telah memprediksi bahwa arus mudik Lebaran 2026 akan mengalami dua kali puncak kepadatan signifikan. Prediksi ini didasarkan pada pola pergerakan masyarakat pasca libur panjang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hasil analisis terkait jadwal puncak arus mudik tersebut saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral. Rapat ini membahas persiapan matang untuk kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
"Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret," ujar Jenderal Sigit, merujuk pada gelombang keberangkatan awal masyarakat.
Beliau melanjutkan, adanya kebijakan kerja dari rumah (WFH) dari pemerintah diperkirakan akan mempengaruhi pergeseran waktu mudik kedua. "Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 (Maret)," tambah Jenderal Sigit saat ditemui di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026).
Oleh karena itu, puncak arus mudik kedua diproyeksikan terjadi setelah periode WFH selesai dilaksanakan. "Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret," jelas Jenderal Sigit mengenai gelombang kedua keberangkatan.