PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Wilayah Delhi baru-baru ini mengumumkan langkah signifikan untuk mempercepat transisi menuju transportasi ramah lingkungan. Draf awal Kebijakan Kendaraan Listrik (EV) 2026-2030 telah dirilis pada hari Senin, 13 April 2026, untuk memulai masa uji publik selama 30 hari ke depan.

Kebijakan ini dirancang untuk memberikan dorongan finansial yang kuat bagi konsumen yang beralih ke motor listrik, mobil listrik, hingga kendaraan hybrid. Tujuannya adalah memacu adopsi teknologi rendah emisi di ibu kota India tersebut.

Konsumen sepeda motor listrik menjadi fokus utama dalam skema subsidi baru ini. Pembeli motor listrik akan mendapatkan bantuan dana substansial hingga 30 ribu rupee, atau setara dengan sekitar Rp6 juta, pada tahun pertama implementasi.

Besaran subsidi yang diberikan untuk motor listrik ini akan disesuaikan dengan kapasitas baterai yang dimiliki oleh masing-masing kendaraan. Selain itu, nilai bantuan dana tersebut diproyeksikan akan mengalami penurunan secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga berlakunya kebijakan.

Pemerintah Delhi juga menyertakan bonus tambahan khusus bagi mereka yang melakukan penukaran kendaraan lama. Pemilik yang melakukan tukar tambah motor berbahan bakar bensin dengan model listrik akan menerima bonus sebesar 10 ribu rupee atau sekitar Rp2 juta.

Program insentif ini berjalan paralel dengan rencana strategis untuk menghentikan secara bertahap proses registrasi motor bensin standar BS4 di wilayah tersebut. Langkah ini menegaskan komitmen Delhi dalam mengurangi polusi udara dari sektor transportasi.

Untuk segmen mobil listrik, insentif yang ditawarkan berupa keringanan pajak dan pembebasan biaya registrasi, bukan subsidi tunai langsung. Fasilitas ini secara spesifik diperuntukkan bagi mobil listrik yang harga jualnya berada di bawah ambang batas 30 lakh rupee atau kisaran Rp550 juta.

Pemerintah Delhi juga menyiapkan insentif menarik senilai 1 lakh rupee (sekitar Rp18 juta) bagi 100 ribu pembeli pertama yang melakukan konversi dari mobil konvensional ke kendaraan listrik. Kebijakan ini diperkirakan akan sangat menguntungkan bagi beberapa model populer seperti Tata Nexon EV dan Hyundai Creta EV.

Sementara itu, kendaraan hybrid mendapatkan perlakuan berbeda dengan potongan 50 persen pada pajak jalan dan biaya registrasi, meskipun tanpa mendapatkan insentif penghancuran kendaraan lama (scrappage). Model seperti Toyota Innova HyCross dan Toyota Urban Cruiser HyRyder diprediksi akan mendapatkan dampak positif dari skema ini.