Masyarakat Muslim di wilayah Semarang dan sekitarnya perlu memperhatikan waktu imsakiyah pada hari Rabu, 25 Februari 2026. Penanda waktu ini sangat krusial bagi umat yang menjalankan ibadah puasa agar tidak terlambat mengakhiri santap sahur. Informasi jadwal resmi ini bersumber langsung dari data Kementerian Agama Republik Indonesia guna memastikan ketepatan waktu ibadah bagi seluruh warga.
Berdasarkan literatur "Ringkasan Fikih Puasa" karya Yulian Purnama, batas akhir waktu sahur adalah saat munculnya fajar shadiq atau fajar kedua. Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan dua jenis fajar dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al Hakim dan Al Baihaqi. Fajar pertama menyerupai ekor serigala dan belum mengharamkan makan, sedangkan fajar kedua yang memanjang di ufuk menandakan dimulainya waktu salat serta larangan makan.
Selain memantau jam, umat Islam juga diwajibkan membaca niat puasa Ramadan sebagai rukun utama dalam menjalankan ibadah ini. Niat tersebut harus dilafalkan pada malam hari sebelum fajar tiba, berbeda dengan ketentuan pada ibadah puasa sunnah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah merilis bacaan niat dalam bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya untuk memudahkan kaum muslimin dalam memantapkan tekad berpuasa.
Terdapat beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan saat menyantap sahur demi meraih pahala yang lebih sempurna. Yulian Purnama dalam bukunya menyebutkan bahwa makan sahur hukumnya adalah sunnah muakkad karena mengandung keberkahan yang besar bagi pelakunya. Rasulullah SAW bahkan menegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim agar umatnya tidak melewatkan sahur meskipun hanya dengan sedikit makanan atau minuman.
Sunnah berikutnya adalah mengakhirkan waktu makan sahur hingga mendekati azan subuh sebagaimana kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hal ini merujuk pada dialog antara Ibnu Abbas dan Zaid bin Tsabit yang tercantum dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim. Zaid menjelaskan bahwa jarak antara selesainya sahur Nabi dengan waktu azan subuh diperkirakan setara dengan durasi membaca sekitar 50 ayat Al-Qur'an.
Mengenai menu yang dikonsumsi, umat Islam disarankan untuk tidak makan secara berlebihan namun tetap memperhatikan kualitas asupan nutrisi. Rasulullah SAW memberikan anjuran spesifik untuk mengonsumsi buah kurma sebagai santapan terbaik di waktu sahur. Jika kurma tidak tersedia, maka meminum beberapa teguk air putih sudah cukup untuk memenuhi anjuran sunnah tersebut bagi orang yang hendak berpuasa.
Dengan mengikuti jadwal imsak yang akurat dan menjalankan sunnah-sunnah sahur, diharapkan kualitas ibadah puasa warga Semarang semakin meningkat. Kedisiplinan dalam mengatur waktu antara sahur, imsak, hingga subuh menjadi kunci utama dalam menjaga stamina fisik selama seharian penuh. Semoga panduan ini bermanfaat bagi seluruh umat Muslim dalam meraih keberkahan di bulan suci yang penuh ampunan ini.
Sumber: Infonasional