PORTAL7.CO.ID - Persib Bandung kini tengah memfokuskan perhatian pada perbaikan organisasi pertahanan mereka di sisa musim kompetisi. Langkah ini diambil setelah tim berjuluk Maung Bandung tersebut harus memungut bola dari gawang sebanyak empat kali hanya dalam dua pertandingan terakhir di ajang Super League 2025/26.
Tren penurunan performa di lini belakang ini terlihat jelas saat Persib ditahan imbang 2-2 oleh Dewa United di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026). Sebelumnya, gawang mereka juga jebol dua kali saat berhadapan dengan Bali United, meskipun laga tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 3-2.
Statistik kebobolan ini menjadi sorotan tajam karena sebelumnya Persib menyandang predikat sebagai tim dengan pertahanan paling kokoh di liga. Dilansir dari Detikcom, tim asuhan Bojan Hodak ini semula mencatatkan rekor impresif dengan hanya kemasukan 14 gol sepanjang musim berjalan.
Menanggapi situasi tersebut, pelatih Bojan Hodak memberikan analisis mendalam dan menilai tidak ada penurunan kualitas individu pada barisan pemain belakangnya. Ia melihat adanya faktor eksternal dan situasi khusus di lapangan yang memengaruhi jumlah gol yang bersarang ke gawang timnya.
"Sepanjang musim para pemain telah tampil tanpa kesalahan berarti, namun pada laga melawan Bali United, kami harus bermain dengan sepuluh orang sehingga kebobolan dua gol menjadi hal yang sulit dihindari," ujar Bojan Hodak.
"Situasi saat sebuah tim harus bermain dengan sepuluh orang tentu sangat berbeda dan tidak bisa disamakan dibandingkan ketika tampil dengan kekuatan penuh sebelas pemain," kata Bojan Hodak menambahkan.
Selain faktor kekurangan pemain, pelatih asal Kroasia tersebut juga menyoroti jalannya laga melawan Dewa United yang dinilai penuh kontroversi. Ia mencatat adanya dugaan bola yang sudah melewati garis serta insiden bola mengenai tangan pemain lawan sebelum gol tercipta.
"Saya memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai kedua gol tersebut secara terbuka, karena poin-poin keberatan ini akan saya sampaikan dalam laporan resmi kepada ofisial wasit," ucap Bojan Hodak.
Langkah melaporkan kinerja wasit diambil sebagai prosedur profesional untuk mengevaluasi jalannya pertandingan secara objektif melalui jalur organisasi. Di sisi lain, pelatih berusia 54 tahun itu tetap memberikan dukungan moral kepada anak asuhnya agar tetap menjaga kepercayaan diri.