PORTAL7.CO.ID - Keberangkatan besar Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Jember untuk musim haji tahun 2026 secara resmi dimulai setelah dilepas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di Balai Serba Guna Kaliwates pada hari Senin, 4 Mei 2026.
Total jemaah yang diberangkatkan pada tahun ini mencapai angka signifikan, yaitu sebanyak 2.956 orang dari wilayah Kabupaten Jember. Keberangkatan mereka menuju asrama haji dijadwalkan akan dilaksanakan secara bertahap mulai pertengahan bulan Mei 2026.
Prosesi pelepasan ribuan tamu Allah ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah Kabupaten Jember sebagai bentuk dukungan moral dan doa restu. Jemaah tersebut akan dibagi dan diberangkatkan dalam sembilan kelompok terbang (kloter) yang berbeda.
Kloter keberangkatan yang telah ditetapkan berkisar dari kloter 90 hingga kloter 98, menunjukkan kesiapan sistem logistik dan transportasi pemerintah daerah maupun pusat. Keberangkatan kloter awal dijadwalkan sangat dekat dengan waktu pelepasan resmi tersebut.
Bupati Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan pesan penting mengenai rasa syukur kepada seluruh jemaah yang terpilih. Hal ini ditekankan mengingat panjangnya daftar tunggu bagi calon haji lainnya.
"Panjenengan (Anda) semua adalah orang pilihan Allah," ujar Muhammad Fawait, Bupati Jember, menekankan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji adalah anugerah istimewa.
Selain rasa syukur, kepala daerah juga memohon agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan. Ia berharap ibadah haji yang dilaksanakan sempurna oleh seluruh warga Jember.
Doa khusus juga dipanjatkan agar setiap jemaah dapat kembali ke Jember dengan status haji yang mabrur dan dalam kondisi fisik yang sehat walafiat. "Mudah-mudahan seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan kembali ke Jember dalam keadaan sehat," ujarnya Muhammad Fawait, Bupati Jember.
Bupati Fawait juga mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji menuntut kesiapan fisik yang prima, mengingat kondisi cuaca ekstrem dan padatnya jadwal kegiatan di Arab Saudi. Aspek kesehatan dianggap krusial untuk kelancaran ibadah.