PORTAL7.CO.ID - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan perhatian serius terhadap perilaku oknum pegawai di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal ini dipicu oleh temuan seorang oknum yang diduga berada dalam kondisi sakau narkoba saat sebuah acara resmi berlangsung.

Peristiwa yang mencoreng citra instansi tersebut terjadi di Kantor KONI Sumatera Utara pada Jumat, 10 April 2026. Saat itu, Bobby tengah menghadiri agenda penting berupa penyerahan tali asih bagi para atlet yang berhasil meraih medali di ajang SEA Games 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pria tersebut diketahui merupakan bagian dari instansi BUMD yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kabar mengenai insiden peneguran ini dilansir dari Detikcom.

Gubernur Bobby Nasution memberikan respons tegas dengan mengingatkan bahwa gaji para aparatur bersumber dari anggaran negara. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam penggunaan penghasilan yang diterima dari pemerintah daerah.

"Dia digaji menggunakan uang kita dan merupakan bagian dari pegawai kita, meski statusnya di BUMD, namun pendanaannya tetap berasal dari Pemerintah Provinsi," ujar Bobby Nasution.

Bobby juga menyatakan kekecewaannya terhadap perilaku oknum tersebut yang dinilai tidak mencerminkan profesionalisme sebagai pelayan publik. Menurutnya, sangat tidak etis jika penghasilan dari negara justru disalahgunakan untuk mengonsumsi barang-barang terlarang.

"Sangat tidak pantas jika setelah menerima gaji, uang tersebut justru digunakan untuk membeli narkoba," kata Bobby Nasution.

Setelah mendapatkan teguran langsung di lokasi kejadian, oknum pegawai BUMD tersebut segera diamankan oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Langkah ini diambil guna melakukan pemeriksaan medis dan hukum lebih lanjut terkait dugaan penyalahgunaan zat terlarang.

Bobby menjelaskan bahwa informasi mengenai kondisi memprihatinkan oknum tersebut diperolehnya langsung dari Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho. Ia menyayangkan adanya kejadian kontradiktif di tengah suasana perayaan prestasi para atlet nasional.