PORTAL7.CO.ID - FC Thun tengah mengincar penentuan gelar juara liga dalam laga tandang krusial melawan juara bertahan, FC Basel, di Stadion St. Jakob Park. Momen penting ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Ini merupakan kesempatan ketiga bagi skuad asuhan Mauro Lustrinelli untuk mengamankan posisi puncak klasemen. Sebelumnya, mereka gagal memanfaatkan dua peluang emas yang sudah ada di depan mata.
Menjelang pertandingan penting ini, Pelatih Mauro Lustrinelli melakukan penyesuaian strategi dalam starting eleven. Dua pergantian kunci dilakukan, yakni memasukkan Bamert menggantikan Montolio yang mengalami cedera, serta menempatkan Roth di lini tengah.
Sejak awal laga, FC Thun menunjukkan intensitas tinggi dengan memberikan tekanan konstan kepada tuan rumah. Meskipun demikian, mereka sempat dikejutkan oleh serangan balik cepat Basel yang nyaris berbuah gol ketika bola membentur tiang gawang.
Suasana penuh optimisme terpancar dari para pendukung tim tamu sebelum pertandingan dimulai di kandang lawan. Dukungan moral ini menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pemain di lapangan.
Para pendukung yang tidak dapat hadir langsung di Basel berkumpul di Stockhorn Arena, menyaksikan pertandingan melalui layar lebar yang disediakan. Sementara itu, atmosfer di St. Jakob Park dilaporkan sangat meriah berkat kehadiran rombongan besar suporter FC Thun.
Salah satu pendukung fanatik FC Thun mengungkapkan kesiapan emosionalnya menghadapi kemungkinan juara ini. "Kami sudah ada di sini, jika Thun menjadi juara!" ujar Jasmin, Chiara, Florian, Dävu und Luca, Pendukung FC Thun.
Dikutip dari sumber berita, salah satu penggemar setia FC Thun bahkan berjanji akan mengabadikan momen bersejarah ini. "Jika FC Thun benar-benar menjadi juara, maka saya akan membuat tato 'Chübel' (piala), lengkap dengan tanggal dan tahunnya!" kata Hanspeter, Penggemar FC Thun.
Hanspeter juga mengungkapkan rasa takjubnya atas pencapaian timnya saat ini. "Benar-benar sureal! Rasanya tidak mungkin! Saya tidak pernah menyangka pencapaian ini akan mungkin terjadi. Saya telah melewati seluruh era Liga Champions dan yakin saat itu adalah puncak segalanya. Saya merinding membayangkan gelar juara—dan meskipun sudah begitu dekat, rasanya masih jauh," tutur Hanspeter, Penggemar FC Thun.