Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, geliat ekonomi masyarakat di Kabupaten Nganjuk mulai menunjukkan tren positif. Para penjual bunga tabur di kawasan Terminal Lama kini mulai merasakan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan. Fenomena tahunan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah peziarah yang mendatangi makam keluarga sebelum memasuki bulan puasa.
Lokasi perdagangan bunga tabur ini berpusat di sepanjang tepi Jalan Diponegoro, Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat lebih dari 15 pedagang yang menjajakan berbagai jenis bunga segar di trotoar jalan. Mereka menata dagangannya dengan rapi untuk menarik perhatian para pengendara yang melintas di kawasan strategis tersebut.
Mayoritas pedagang yang berjualan di lokasi ini berasal dari wilayah yang sama, yakni Dusun Kalangan, Desa Candirejo. Salah satu pedagang yang setia melakoni profesi ini adalah Lilik, seorang warga setempat yang sudah lama menggantungkan hidupnya dari berjualan bunga. Kehadiran mereka di kawasan Terminal Lama sudah menjadi pemandangan rutin setiap kali mendekati momentum hari besar keagamaan.
Lilik mengaku telah menekuni profesi sebagai penjual bunga tabur selama kurang lebih 15 tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa seluruh rekan sejawatnya yang berjualan di area tersebut merupakan tetangganya dari Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Pengalaman belasan tahun membuatnya sangat memahami fluktuasi permintaan pasar, terutama saat memasuki musim ziarah seperti sekarang ini.
Peningkatan permintaan bunga tabur ini membawa dampak ekonomi yang nyata bagi warga Desa Candirejo. Pendapatan harian para pedagang melonjak drastis dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar momentum menjelang Ramadan. Keuntungan yang didapat biasanya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok keluarga selama menjalani ibadah puasa mendatang.
Hingga Senin (16/2/2026), kerumunan pembeli terus memadati lapak-lapak bunga di sepanjang Jalan Diponegoro sejak pagi hari. Para pedagang tetap menjaga kualitas kesegaran bunga meskipun permintaan sedang tinggi agar para pelanggan tetap merasa puas. Kondisi cuaca yang mendukung juga turut memperlancar aktivitas jual beli di kawasan Terminal Lama Nganjuk tersebut.
Tradisi ziarah kubur atau nyadran memang tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia dalam menyambut Ramadan. Aktivitas ekonomi ini membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Diharapkan momentum berkah ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pelaku usaha kecil di Nganjuk.