PORTAL7.CO.ID - Aktivitas mobilitas manusia, baik untuk keperluan pribadi maupun profesional, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas harian. Aktivitas bepergian ini, yang merupakan sebuah keniscayaan, senantiasa menuntut adanya persiapan yang matang, tidak hanya pada aspek logistik, tetapi juga dimensi spiritual.
Dalam ajaran Islam, umat dianjurkan secara kuat untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memulai perjalanan dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Tindakan ini merupakan wujud nyata dari usaha memohon penjagaan dan perlindungan Ilahi selama masa transit.
Tujuan utama dari pengamalan doa sebelum berangkat ini adalah memohon agar setiap tahapan perjalanan diberikan keamanan yang paripurna, kelancaran dalam setiap prosesnya, serta keberkahan yang menyertai dari titik keberangkatan hingga tiba di tujuan.
Praktik memanjatkan doa ini juga berfungsi sebagai pengingat fundamental bagi seorang Muslim. Hal ini menegaskan bahwa segala bentuk upaya dan perencanaan yang telah dilakukan oleh manusia tetap berada di bawah kuasa dan kehendak mutlak dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, persiapan spiritual ini dianggap krusial karena perjalanan seringkali membawa ketidakpastian yang memerlukan sandaran kuat kepada kekuatan yang lebih tinggi.
"Aktivitas bepergian, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan, merupakan bagian tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari yang memerlukan persiapan khusus, terutama dari sisi spiritual," demikian disampaikan dalam ulasan tersebut.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa umat Islam sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa sebelum memulai perjalanan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran akan keterbatasan manusia.
Tindakan memohon perlindungan ini bertujuan agar setiap fase perjalanan diberikan keamanan, kelancaran, serta keberkahan dari awal hingga akhir keberangkatan. Ini adalah upaya penyerahan diri total kepada Sang Pencipta.
Selain itu, praktik ini juga berfungsi sebagai pengingat fundamental bahwa segala upaya manusia tetap berada di bawah kuasa dan kehendak Ilahi, menegaskan konsep tawakal yang sempurna dalam menjalani hidup.