PORTAL7.CO.ID - Perusahaan teknologi terkemuka dari Tiongkok, Aulton New Energy Ltd Co, telah mengumumkan rencana ekspansi layanan penukaran baterai kendaraan listrik (EV) ke Jakarta, Indonesia. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir bulan Agustus 2026 sebagai solusi pengisian daya cepat bagi para pengguna mobil listrik di ibu kota.

Rencana kedatangan Aulton ini bertujuan untuk menyediakan infrastruktur pengisian daya yang sangat efisien, menyamai kecepatan pengisian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) konvensional. Fasilitas yang akan dibangun di Jakarta merupakan stasiun generasi ketujuh perusahaan tersebut, dengan luas bangunan sekitar 56 meter persegi.

Steven Qu, General Manager International Business Division Aulton, menjelaskan bahwa sistem penukaran baterai ini telah teruji dan matang di China, didukung oleh regulasi yang jelas selama puluhan tahun. Beliau mengungkapkan perkembangan kebijakan sistem ini saat diwawancarai di Guangzhou pada Selasa, 28 April 2026.

"Selama 26 tahun, di Shanghai dan Guangzhou, kami sudah punya kebijakan dan aturan," ujar Steven Qu, General Manager International Business Division Aulton.

Salah satu keunggulan utama teknologi Aulton adalah kecepatan layanan yang diklaim hanya membutuhkan waktu 100 detik untuk proses penggantian baterai. Teknologi ini memungkinkan mobil listrik untuk kembali beroperasi dengan cepat, mengurangi waktu tunggu pengemudi secara signifikan.

"Sistemnya sekitar 100 detik dari mobil masuk sampai keluar," kata Steven Qu, General Manager International Business Division Aulton.

Dikutip dari media, biaya operasional layanan penukaran baterai di China saat ini dipatok sebesar 1,4 yuan per kWh. Steven Qu merinci bahwa skema harga ini didasarkan pada kapasitas listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan layanan tersebut.

"Di China biayanya ialah 1,40 yuan per kWh," kata Steven Qu, General Manager International Business Division Aulton.

Lebih lanjut, Steven Qu menjelaskan bahwa stasiun penukaran baterai yang telah beroperasi di China sejak beberapa tahun lalu ini mampu menampung puluhan unit baterai dan melayani berbagai pabrikan mobil. Konsumen mayoritas saat ini berasal dari sektor transportasi publik, seperti taksi, yang sangat membutuhkan mobilitas tinggi.