PORTAL7.CO.ID - Demi menjaga kelancaran arus lalu lintas, kebijakan buka-tutup secara situasional kini diterapkan pada akses masuk Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang mengarah ke Cikampek. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap peningkatan volume kendaraan yang terpantau cukup tinggi di ruas tersebut.

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) mengonfirmasi bahwa rekayasa lalu lintas ini merupakan diskresi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Tujuannya jelas, yakni untuk meminimalisir potensi kemacetan yang lebih parah akibat kepadatan pengguna jalan, dilansir dari Money.

Penerapan sistem buka-tutup ini difokuskan pada beberapa titik masuk utama menuju Tol Layang MBZ. Titik-titik yang terdampak oleh kebijakan ini meliputi akses di Jati Asih, Kalimalang, serta gerbang di kilometer (KM) 10 A.

Rekayasa lalu lintas yang bersifat sementara ini mulai diimplementasikan sejak malam hari. "Rekayasa lalu lintas buka tutup secara situasional atas diskresi pihak kepolisian pada akses masuk Ruas Layang MBZ yaitu akses masuk Jati Asih, Kalimalang dan KM 10 A yang mulai diberlakukan sejak hari Kamis (18/3/2026) pukul 22.24 WIB," jelas keterangan resmi perusahaan pada hari Kamis (19/3/2026).

Selain tingginya jumlah kendaraan yang melintasi, kondisi jalan juga diperburuk oleh adanya sejumlah gangguan teknis. Gangguan tersebut meliputi kendaraan yang mengalami overheat, kehabisan bahan bakar minyak (BBM), hingga masalah ban kempes.

Fungsi rekayasa lalu lintas ini tidak hanya mengatasi kepadatan di titik masuk saja. Kebijakan ini juga bertujuan untuk mengurai penumpukan kendaraan yang terjadi di area pertemuan arus keluar.

Pertemuan arus lalu lintas dari Tol Jakarta-Cikampek menuju Tol Layang MBZ menjadi titik krusial. "Rekayasa lalu lintas ini juga diberlakukan agar mengurai terjadinta kepadatan di akses keluar KM 48 Ruas Jalan Layang MBZ karena adanya pertemuan lalu lintas dari ruas Jakarta Cikampek," tegas Jasa Marga.

PT JJC secara khusus mengingatkan seluruh pengguna jalan agar senantiasa memprioritaskan faktor keselamatan saat melintasi Jalan Layang MBZ. Pengendara diimbau untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum memulai perjalanan.

Pengguna jalan juga diminta memastikan bahwa kondisi kendaraan mereka berada dalam kondisi prima, termasuk memperhatikan ketersediaan BBM dan daya listrik. Hal ini penting untuk mencegah hambatan tak terduga selama di perjalanan.