PORTAL7.CO.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mematangkan strategi guna mengoptimalkan pelayanan pada lintasan penyeberangan vital antara Ketapang dan Gilimanuk. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap lonjakan signifikan volume penumpang dan kendaraan selama periode arus balik Lebaran 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa upaya peningkatan kapasitas layanan akan mencakup penambahan jumlah unit armada kapal yang beroperasi. Selain itu, pengaturan jadwal operasional akan disempurnakan untuk meminimalisir potensi penumpukan.
Optimalisasi ini dirancang khusus untuk mencegah terjadinya antrean yang terlalu panjang serta memangkas waktu tunggu penumpang yang berpotensi mengganggu kenyamanan perjalanan mereka. Kemenhub bertekad memberikan pelayanan terbaik di momen krusial tersebut.
Masyhud menekankan bahwa perencanaan perjalanan yang matang dari sisi masyarakat sangat dibutuhkan demi terwujudnya arus balik yang aman, lancar, dan nyaman. Hal ini menjadi kunci keberhasilan manajemen lalu lintas pasca-libur hari raya.
"Masyhud menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut tersebut.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik, terutama yang berasal dari Jawa Timur dan wilayah sekitarnya, diimbau untuk mulai bijak dalam menentukan waktu keberangkatan mereka. Periode libur Lebaran 2026 diprediksi akan meningkatkan mobilitas secara masif.
Peningkatan kepadatan diperkirakan akan terasa signifikan terutama di area Tapal Kuda dan penyeberangan menuju Kepulauan Madura, sehingga persiapan ekstra perlu dilakukan oleh para pemudik.
Masyhud menyarankan agar para pengguna jasa transportasi mengatur jadwal keberangkatan mereka lebih awal atau mempertimbangkan waktu alternatif di luar jam puncak arus balik. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Pelabuhan Ketapang.
Selain mengatur waktu, masyarakat juga diimbau untuk proaktif memanfaatkan sarana informasi resmi yang disediakan terkait perkembangan terkini di pelabuhan. Pembelian tiket secara daring dan kepatuhan terhadap instruksi petugas di lapangan juga menjadi prioritas.